lijusu news

 

education

 

careers

 

 economy

 

health

 

 finance

 

interviews

 

 news

 

science-

tech

 

bimbingan

usaha

peluang

usaha 

Aramco & China patungan IDR 149,72 triliun di Liaoning, China

Oleh Indra S.T., 25 Maret 2019

Pada 23 Maret 2019, Yicai Global melaporkan bahwa Aramco, BUMN raksasa minyak dari Arab Saudi yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dengan produksi sekitar 10 juta barel per hari, telah membentuk sebuah kongsi senilai IDR 149,72 triliun  di Kota Panjing, Provinsi Liaoning, China, dengan dua mitra local untuk membangun sebuah pabrik kimia yang baru di wilayah bagian timur laut China itu.

 

(Foto: Shenyang, ibukota Provinsi Liaoning, China, sumber: wikipedia)

Menurut Bloomberg pada 13 April 2018, selama semester pertama 2017 Aramco adalah perusahaan yang paling untung sedunia, yaitu USD 33,8 miliar, mengalahkan Apple Inc., JPMorgan Chase & Co. dan Exxon Mobil Corp, dari AS. Aramco juga hampir total bebas dari utang dan menikmati biaya produksi yang jauh lebih rendah daripada standar industri minyak dunia. Pendapatan bruto Aramco selama 2017 sekitar USD 465,49 miliar (IDR 6.144 triliun menurut kurs waktu itu). Jika go public, nilai pasarnya akan berkisar USD 1,5 triliun dan USD 2 triliun (IDR 28.300 triliun), atau 3-4 X nilai pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga menjadi perusahaan dengan nilai pasar yang tertinggi di dunia sepanjang sejarah.

(Sumber gambar: Bloomberg, anjungan pemboran lepas pantai Aramco di ladang minyak lepas pantai Manila, Filipina)

Aramco, China North Industries dan Panjin Xincheng Industrial Group telah membentuk Huajin Aramco Petrochemical pada 23 Maret 2019, lapor The Paper, sebuah situs berita BUMN. Mereka sepakat mendirikan kongsi itu bulan lalu dengan China North memegang 36%,  Aramco 35% and Xincheng Industrial 29%. 

Trio itu berencana membangun sebuah fasilitas rekayasa kimia halus dan bahan baku di kota itu dan mengubah daerah itu menjadi sebuah pangkalan industri petrokimia mutu tinggi, tambah laporan itu. Trio itu sedang melakukan perancangan dan perencanaan serta memperkirakan akan memulai operasi pada 2024, dengan jumlah produksi tahunan 15 juta ton minyak hasil pemurnian, 1,5 juta ton etilena and 1,3 juta ton paraksilena, sehingga menghasilkan pendapatan tahunan sampai di atas CNY100 miliar (sekitar IDR 214 triliun).

Panjin adalah salah satu pangkalan petrokimia yang penting di China dan tempat bermukimnya Ladang Minyak Liaohe, kata seorang pejabat provinsi Liaoning. Langkah itu akan memebrikan dukungan yang kuat untuk kota itu dan memainkan peran yang penting dalam merestukturisasi  industry Liaoning maupun nasional serta mendorong pengembangan ekonomi local, tambahnya.

Di Zhejiang, Aramco membeli 9% saham Zhejiang Petrochemical untuk mendapatkan saham di sbeuah komplek kilang dan petrokimia dengan kapasitas 800.000 barel per hari di Kota Zhoushan, selatan Shanghai.

Semua itu merupakan bagian dari strategi baru Arab saudi untuk menaikkan ekspor minyaknya ke China menjadi 1,5 juta barel per hari utuk menggeser Russia yang sudah 3 tahun ini merupakan eksportir terbesar minyak ke China. Selama 2018, Russia mengekspor 1,43 juta barel per hari sedangkan Arab Saudi 1,135 juta barel per hari.  

Menurut Bloomberg pada 27 Januari 2019, di Korea Selatan, Aramco telah membeli 19,9% saham Hyundai Oilbank Co. senilai USD 1,6 miliar pada Januari 2019. Aramco juga sedang mengincar saham-saham di India, Indonesia, Malaysia dan Pakistan. (IST)

Artikel-artikel lain tentang Aramco:

Semakin sengit Perang Besar Petroyuan dan Petrodollar