lijusu news

 

education

 

careers

 

 economy

 

health

 

 finance

 

interviews

 

 news

 

science-

tech

 

bimbingan

usaha

peluang usaha 

 

China dan Israel kerja sama dalam teknologi dan Inovasi

Oleh Rahmat & Indra S.T, 13 Februari 2019

Kedua buah negeri sudah lama sekali punya hubungan dagang dll.

Dalam sejarah China dan Israel tercatat bahwa selama Perang Dunia II, puluhan ribu orang Yahudi Jerman masuk ke konsulat dan kedutaan besar China di Jerman untuk menyelamatkan diri. Kedutaan besar China mengirimkan mereka ke China, terutama Kota Shanghai. Sebagian besar pergi ke Israel ketika ketika baru saja didirikan. Sebagian lainnya menetap di Shanghai.

Sekarang di Shanghai kita bisa temukan pemukiman Yahudi dan ribuan di antara mereka menjadi WN China.

Sejak sekitar 10 tahun lalu sejumlah perusahaan China membeli perusahaan-perusahaan teknologi tinggi Israel dan mendirikan pusat-pusat riset maupun cabang di sana.

Hubungan itu semakin kuat. Contohnya, selama 2-5 Juli 2018, di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China Bagian Selatan,  diadakan Pertemuan Puncak Investasi China-Israel.

Lebih dari 2.000 buah perusahaan China dan Israel hadir di sana.

Selain presentasi keliling (road show), ada sejumlah forum tentang aneka topic misalnya manufaktur cerdas, ekonomi digital, kota cerdas, biomedicine

(cabang ilmu kedokteran yang menerapkan prinsip-prinsip biologi dan fisiologi pada praktik klinis; biomedicine terutama berlaku bagi biologi dan

fisiologi; ilmu kedokteran yang mempelajari akibat-akibat tekanan lingkungan pada manusia, terutama sehubungan dengan penerbangan di luar angkasa;

ilmu pengobatan herbal) dan hak kekayaan intelektual.

Sebuah paten untuk metode deteksi neuropati yang dipegang oleh Universitas Tel Aviv dilelang seharga CNY 330.000 (sekitar IDR 730 juta) selama acara itu.

Transaksi itu dibuat melalui Wahana Perdagangan IP Inovasi Teknologi China-Israel yang baru diluncurkan. Wahana itu, yang pertama jenisnya di China, bertujuan mempermudah pengalihan teknologi di antara kedua negeri. Keempat buah paten pertama yang diperdagangkan semuanya dipegang oleh Universitas Tel Aviv.

Israel adalah salah satu di antara partner perdagangan China yang utama di Timur Tengah sedangkan China adalah partner dagang terbesar Israel di Asia dan partner dagang Israel yang terbesar ketiga di dunia. Tahun 2017, volume dagang di antara kedua negeri itu mencapai USD 13.12 miliar, naik sebesar 15,6 persen secara tahun ke tahun.

China dan Israel mengumumkan sebuah kemitraan luas yang inovatif pada Maret 2017. Menteri Israel untuk Kerja Sama Wilayah Asia, Tzachi Hanegbi, berkata bahwa kedua negeri menganggap penting sekali inovasi teknologi.

“Saya berharap bahwa lebih banyak perusahaan Israel akan datang ke China untuk menemukan mitra di masa depan dan mencapai perkembangan yang saling menguntungkan dan win-win.”

Kerja sama China dan Israel dalam inovasi teknologi sangat saling melengkapi, kata Zhao Dongliang, direktur Taman Inovasi Changzhou Israel, zona experimental pertama untuk kerja sama inovasi yang dibentuk oleh kedua negeri.