lijusu news

 

education

 

careers

 

 economy

 

health

 

 finance

 

interviews

 

 news

 

science-

tech

 

bimbingan

usaha

peluang usaha 

China, pemimpin keselamatan di bidang penerbangan sedunia

Oleh Tjan Sie Tek, 18 Maret 2019

Pemerintah China adalah  yang pertama di dunia dalam larangan terbang (grounding) pesawat Boeing 737 Max 8. Perusahaan-perusahaan penerbangan China memiliki total 96 buah pesawat jenis itu, nomor 1 terbanyak di dunia melebihi AS yang mengoperasikan 74 buah (www.cnbc.com, 13 Maret 2019). Jumlah keseluruhan pesawat Boeign 737 Max 8 adalah sekitar 350 dan jika ditambah dengan Boeign 737 Max 9 yang beroperasi di dunia: 371. (www.chicagotribune.com, 13 maret 2019).

Tindakan itu diambil kurang dari 20 jam setelah jatuhnya pesawat jenis itu yang diperasikan oleh Ethiopian Airlines, perusahaan penerbangan terbesar di Afrika. Sekarang puluhan negeri, Indonesia, Perancis, dan AS, sudah melarang terbang pesawat jenis itu.

China memiliki sejumlah perusahaan angkutan udara (airline) yang paling aman di dunia

Menurut The New York Times, 15 Maret 2019, grounding dilakukan sebagai tindakan jaga-jaga dan merupakan tanda komitmen China terhadap keselamatan.

Sekitar 25-30 tahun lalu, bisnis penerbangan di China terkenal penuh risiko kecelakaan sehingga menjadi kelas paria (paling rendah) di dunia.

Sekarang keadaan telah berubah total: China memiliki sejumlah perusahaan penerbangan yang paling aman di dunia, di antaranya China Southern Airlines (terbesar di Asia dalam jumlah pesawat terbang), China Eastern Airlines.

Pemerintah China menggandakan langkah-langkah agar penerbangan selalu selamat

China, yang ekonomi, teknologi, militer dllnya sedang terus tumbuh, melipatgandakan langkah-langkah untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Contoh: walaupun cuaca sedang baik, kadang-kadang operator bandara China tidak mengijinkan pesawat tinggal landas (take off) atau mendarat (landing) secara bergantian secepat yang kita alami jika terbang di Barat.  Ketika topan atau badai diperkirakan mengancam penerbangan, operator bandara semakin menjauhkan jarak take off dan landing. Juga, kadang-kadang pengendali lalu-lintas udara memberitahu para pilot untuk mendarat di bandara lain. Akibatnya, sering terjadi penundaan (delay) take off maupun landing pesawat, yang diberitakan oleh media masaa di sana.

Namun, langkah-langkah itu terbukki telah menjaga para penumpang dll tetap selamat sampai di tujuan masing-masing.

Salah satu hasil nyatanya, selama 2018, ada 148 juta orang China melancong ke luar negeri, dengan Vietnam, Thailand dan Jepang sebagai tiga negeri wisata tujuan utama. Sebaliknya, ada sekitar 140 juta orang turis asing, terutama dari Myanmar, Vietnam, dan Korea Selatan, melancong atau pergi dengan tujuan lain ke China selama tahun 2018 dan membelanjakan sekitar USD 140 miliar. (Shanghai Daily, 19 Maret 2019)

Hasil-hasil lainnya:

1.   1. Semakin banyak orang China memilih perjalanan udara. Contoh: www.statista.com, mencatat bahwa selama tahun 2017, ada 551,56 juta orang China bepergian lewat udara di dalam maupun ke luarga negeri China. Itu merupakan kenaikan sebesar 183% dari angka tahun 2008. Untuk tahun 2018, diperkirakan di atas 600 juta orang. Catatan: menurut data Sabre Market Intelligence, jumlah penumpang tahun 2017 adalah 589 juta orang (sumber: Routes Online, 23 Agustus 2018).

2.   2. China Southern mengangkut lebih dari 126 juta orang penumpang selama 2017 saja (www.csair.com). China Eastern mengangkut lebih dari 100 juta orang penumpang selama tahun yang sama (www.ceair.com).

3.    3. China adalah pasar penyerahan pesawat jet niaga yang baru dalam jumlah terbanyak di dunia sejak 2005, mengalahkan pasar AS.

4.   4. Boeing memperkirakan bahwa China akan menguasai hampir 20% dari total lalu-lintas udara sedunia, dibandingkan dengan 14% saat ini.

5.   5. Boeing juga memperkirakan bahwa China akan butuh lebih dari 7.000 buah pesawat terbang yang baru sd tahun 2036, dengan sekitar 5.600 di antaranya merupakan pesawat jet yang baru jenis aisle (gang/jalan di antara tempat duduk penumpang) tunggal (single aisle; atau badan sempit). Nilai 7.000-an pesawat baru itu sekitar USD 1.1 triliun (Reuters, 13 Januari 2017). Angka itu setara dengan perkiraan GDP Indonesia untuk tahun 2019 ini.

6.   6. ICAO (International Civil Aviation organization), badan khusus PBB yang mengoordinasikan peraturan-peraturan penerbangan sedunia, memilih Fang Liu, pejabat di badan pengatur penerbangan China dan juga ahli hukumm penerbangan, sebagai sekretaris jenderalnya untuk kali pertama dalam sejarah ICAO pada 2015, dengan masa jabatan 3 tahun. Tahun 2018,  Fang Liu diangkat kembali untuk masa jabatan keduanya.

7.   7. Pada 2018, bagi perusahaan-perusahaan penerbangan China, penerbangan dari China ke Indonesia dan sebaliknya diperkirakan merupakan pasar penerbangan antar-bangsa dengan pertumbuhan yang paling tinggi.

8.   8. Pada 2022, industry penerbangan China, yang saat ini terbesar kedua di dunia setelah AS, diperkirakan akan menjadi nomor satu di dunia, menggeser industri penerbangan AS, pada 2022, dua tahun lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelum-sebelumnya. (TST)