education

dictionary

 

translators

training

 

 

sworn

translators

 

 

Buddhism

science

 

Karena lonjakan Kasus Covid-19, Israel tutup beberapa Sekolah yang baru dibuka kembali

 Perdana Menteri Netanyahu berkata sekolah mana pun yang diketahui mengalami setidaknya satu penularan akan ditutup.

Oleh Tjan Sie Tek

TEL AVIV - Israel menutup 15 sekolah pada  Rabu karena bergegas membendung wabah coronavirus baru, penyebab Covid-19, yang mengancam akan menutup sekolah-sekolah lainnya  beberapa minggu setelah dibuka kembali sehingga menonjolkan risiko anak-anak dalam menyebarkan penyakit itu.

 Pemerintah memberlakukan berbagai tingkat lockdown (isolirisasi atau pembatasan akses ke tempat tertentu) sejak Maret untuk mengekang penyebaran pandemi.  Karena jumlah orang yang pulih melebihi mereka yang tertular, sejak bulan lalu Israel secara bertahap mulai membuka kembali ekonominya, termasuk sekolah.

 Pada  Rabu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan negeri itu akan menutup sekolah mana pun yang diketahui mengalami setidaknya satu penularan setelah lonjakan tajam dalam beberapa kasus dalam seminggu terakhir.  Sebanyak 51 buah sekolah kini telah ditutup secara nasional karena sedikitnya 261 orang siswa dan pengajar tertular.  Hampir 7.900 di antara mereka telah dikirim ke tempat-tempat isolasi menurut Departemen Pendidikan Israel.

 Pemerintah-pemerintah di seluruh dunia sedang mencoba mencari cara untuk membuka kembali sekolah selama pandemi sehingga seringkali mengambil pengalaman dari negeri lain yang telah mengambil langkah-langkah tersebut.  Pihak-pihak yang berwenang di Eropa berkata bahwa tidak adanya kelompok-kelompok penularan yang menonjol di sekolah-sekolah dasar yang telah dibuka kembali sejauh ini menunjukkan bahwa anak-anak bukanlah penyebar yang signifikan.  Tetapi, pihak-pihak yang berwenang di negeri-negeri yang paling terpukul, seperti A.S., lebih berhati-hati dan menentang pembukaan kembali sekolah.

 Bidang fokus lainnya secara global adalah kelompok usia yang paling rentan terhadap penularan.

 Di Israel dan banyak negeri lain, diskusi tentang penutupan sekolah umumnya tentang SMP and SMU karena rendahnya tingkat penularan sejauh ini di kalangan siswa sekolah dasar.

 Itamar Grotto, wakil Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, berkata kepada panel khusus DPR Israel pada Selasa bahwa sejak sekolah-sekolah dibuka kembali, kantornya telah mengamati bahwa risiko penularan pada anak-anak dimulai sejak usia 10 tahun dan terutama sejak usia 15 tahun. 

 Walaupun siswa-siswi yang muda menjadi tertular, katanya, risiko mereka untuk mengalami gejala-gejala yang berbahaya adalah rendah.  "Hampir selalu penyakitnya ringan dan tidak ada komplikasi," kata Grotto.

 Masuknya penularan terbesar berasal dari satu MU di Yerusalem, yang memiliki lebih dari 150 kasus virus pasti yang ditemukan dalam beberapa hari terakhir.

 Bagi Israel, seperti banyak negeri lain, membuka sekolah sangat penting untuk membuat orangtua kembali ke tempat kerja karena Israel berupaya menghidupkan kembali ekonominya yang terpukul oleh virus.

 Ekonomi Israel berkontraksi 7,1% pada kuartal pertama dan Bank Sentral Israel menilai bahwa angka itu akan menjadi 4,5% pada akhir tahun ini.  Pada April, angka pengangguran melonjak sampai 27% sehingga bank itu memperkirakan angka itu akan menjadi 8,5% selama paruh kedua tahun 2020.

 Sejak dimulainya pandemi, Israel telah mengalami total 290 kematian dari 17.285 orang yang telah diketahui tertular, kata Kementerian Kesehatan negeri itu, Rabu.  Penularan baru di sana mencapai lebih dari 100 pada Jumat untuk pertama kalinya sejak 1 Mei dan telah berkisar di angka-angka itu sejak Senin. (sumber: The Wall Street Journal, 3 Juni 2020)