lijusu news

 

education

 

careers

 

 economy

 

health

 

 finance

 

interviews

 

 news

 

science-

tech

 

bimbingan

usaha

peluang usaha 

Kongsi Indonesia & China, penentu harga nikel & baterai mobil listrik dunia

Buah kerja sama Pemerintah Pusat, Pemda & Masyarakat Morowali, Sulawesi Tengah, CDB, Bintang Delapan Group, Tsingshan Holding Group dkk

Oleh Tjan Sie Tek, 25 Maret 2019

Kita tahu bahwa nikel adalah salah satu komponen penting produksi stainless steel (baja nirkarat) dan sekarang juga merupakan bahan utama baterai mobil listrik.

Nickel pig iron (NPI) adalah feronikel mutu rendah sebagai salah satu alternative yang lebih murah untuk produksi baja nirkarat. NPI dibuat dengan memakai bijih nikel laterit sebagai pengganti nikel murni yang dijual di pasar sedunia. Ketika digabungkan dengan kokas, bijih nikel menjadi nickel pig iron (NPI). NPI sudah dibuat sekitar 100 tahun lamanya.

A. Indonesia punya 45% dari cadangan nikel sedunia

Saat ini diketahui bahwa Indonesia memiliki 45% dari jumlah cadangan nikel sedunia.

Sebagian besar dari cadangan nikel Indonesia ada di Pulau Sulawesi, antara lain Provinsi Sulawesi Tengah, yang mencakup Kabupaten Morowali (lihat peta di bawah ini), lokasi Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yang saat ini disebut sebagai komplek industri stainless steel (bajar nirkarat) yang terbesar di dunia, dengan nikel sebagai salah satu bahan baku utamanya.

B. China, Inovator Pembuatan Stainless Steel melalui Nickel Pig Iron (NPI)

Pada 2005, biaya produksi NPI amat tinggi, antara USD 10 dan 15 per pound (0,452 kg).

Tetapi, antara 2006 dan 2007, China mulai memakai dapur listrik dengan tenaga batubara yang menurunkan biaya tunai produksi mereka menjadi sekitar USD 5.000 per ton.

Dorongan lain untuk produksi NPI datang ketika permintaan baja sedunia menimbulkan rekor tingginya harga besi. Itu adalah keuntungan besar bagi China karena besi adalah salah satu produk sampingan dari pengolahan NPI. Keuntungan itu memungkinkan China menurunkan biaya produksi sebesar antara USD 5 dan 7 per pound (0,452 kg). Secara berbarengan, dapur-dapur ledak sedang digantikan oleh pabrik-pabrik pemurnian nikel dengan konsumsi listrik yang jauh lebih rendah dan efisiensi yang jauh lebih tinggi.

prodcut-image

(Foto: nickel pig iron, CMAX brand, China, 2,15 kg per piece, alibaba.com)

C. NPI China menjadikan para spekulan nikel menangis

Lihat grafik di bawah ini.

Di grafik itu terlihat bahwa harga nikel di Bursa Logam London (LME) pada masa menjelang pertengahan tahun 2007 pernah mencapai USD 50.000 per ton. Setelah suksesnya China membuat NPI, harga itu terjungkal menjadi sekitar USD 30.000 menjelang akhir 2007 dan jatuh lagi menjadi sekitar USD 11.500 per ton pada akhir 2008 sd awal 2009. Karena peran China itu, pada 15 Desember 2008, Northern Ontario Business, Canada, membuat artikel: Creating a ceiling for future nickel prices (Menentukan batas untuk harga nikel di masa depan), yang menyatakan bahwa China adalah penentu harga nikel dunia di masa depan.

 D. Tsingshan, salah satu pionir pembuatan NPI

Tsingshan adalah salah satu perusahaan China yang membantu mendorong pemakaian NPI melalui rintisannya dalam pemakaian dapur listrik tungku rotary.

E.Tsingshan, produsen baja nirkarat yang terbesar di dunia

Tsingshan didirikan pada 1992 dan saat ini terutama membuat batangan baja nirkarat, batang baja, plat, kawat dan pipa tanpa sambungan yang dipakai secara luas dalam bidang-bidang perminyakan, teknik, kimia, permesinan, tenaga listrik, mobil, ruang angkasa, makanan, farmasi, dekorasi dll. Contoh pemakaian produk-produknya: Liaoning, kapal induk pertama China.

Pada 2017 Tsingshan menghasilkan baja, baja nirkarat dll sampai 7,48 juta ton dan membukukan penjualan senilai RMB (CNY) 161,5 miliar, atau IDR 355 triliun menurut kurs pada waktu itu. Prestasi itu menjadikan Tsingshan sebagai produsen baja nirkarat yang terbesar di dunia.

Di China, pada 2017, Tsingshan adalah perusahaan manufaktur terbesar yang ke-11 di antara 500 Perusahaan Manufaktur Terbesar se-China. Yang nomor 10 adalah Hailiang Co Ltd, perusahaan peleburan dan penggulungan logam non-besi, dengan pendapatan CNY 162,59 m, hanya CNY 1,1 miliar di atas pendapatan Tsingshan. Yang nomor 1 adalah Huawei Technologies.

F. Peran DPR, Pemerintah Pusat, BKPM, Pemerintah & Masyarakat  Morowali, Sulawesi Tengah

DPR dan Pemerintah RI mengesahkan UU Mineral pada 2009. Lalu, pada 2013, pemerintah mengumumkan akan melarang ekspor bijih-bijih mineral, yang mencakup nikel, menjelang akhir 2014. Pada saat itu, China mengimpor 54% kebutuhan bijih nikelnya dari Indonesia.

G. China Development Bank (CDB)

CDB adalah lembaga pembiayaan pembangunan yang terbesar di dunia, dengan asset sekitar USD 2,4 triliun (IDR 35.000 triliun) per akhir 2018. Tahun ini CDB akan berusia 25 tahun.

CDB terkenal sebagai bank dengan angka non-performing loan yang paling rendah di dunia, yaitu di bawah 1%, selama 14 tahun berturut-turut. Aset itu lebih dari 3X asset gabungan Bank Dunia dan IMF.

Saking besar asetnya, CDB dijuluki “Superbank China” oleh sejumlah analis asing. CDB adalah bank China pemberi pinjaman yang terbesar dalam mata uang asing ke luar China. Contoh, pinjaman CDB ke negeri-negeri yang terlibat dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI; atau OBOR) China  berjumlah USD 312,4 miliar (IDR 4.436 T) per akhir 2018.

CDB beroperasi dengan prinsip “Laba yang Terjamin,” bukan memaksimalkan laba.

Di Indonesia, CDB adalah kreditur untuk berbagai macam proyek, misalnya Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, proyek-proyek kongsi Indonesia-China di IMIP dll.

H. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Inovator Produksi Baja Nirkarat & Batu Beterai Mobil Listrik

1.   1. Dengan suksesnya proyek-proyek Tsingshan dkk di IMIP, Sulawesi Tengah, yang semuanya dibangun secara kilat dan efektif secara biaya dan efisien dalam biaya produksiitu, Morowali semakin dikenal sebagai salah satu penambang dan sekaligus pengolah bijih nikel yang besar dengan mengubahnya menjadi besi curah dari nikel (NPI) untuk memasok pabrik baja nirkaratnya sendiri di komplek itu. Jadi, Morowali memiliki mata rantai pasokan dan nilai yang lengkap dari hulu (mentah) sampai hilir (jadi).

2.   Morowali menjadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Tahun lalu IMIP dkk mulai membangun sebuah pabrik kimia-kimia nikel mutu tinggi untuk baterai mobil listrik. IMIP tidak tanggung-tanggung dalam membangunnya, yaitu mengajak kongsi Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) dari China, produsen baterai mobil listrik yang terbesar di dunia yang juga sedang bangun pabrik serupa di Jerman untuk memasok mobil-mobil listrik buatan jawaran-jawaran mobil mewah di dunia: BMW, Mercedes Benz, Audi, VW dll.  dan GEM. Tahun 2020 pabrik itu akan mulai produksi komersial.

3.  Indonesia saat ini adalah produsen terbesar ke-3 baja nirkarat di dunia, dengan IMIP sebagai komplek industri baja nirkarat yang terbesar di dunia.

I. Kongsi Indonesia-China ekspor baja nirkarat dan baja karbon senilai IDR 28,3 T  pada 2017 dan hampir IDR 50 T pada 2018

Kementerian Perdagangan mengumumkan angka-angka itu pada 21 Januari 2019 dan bahwa di Morowali, total kapasitas produksi smelter nickel pig iron (NPI) sebesar 2 juta ton setahun dan stainless steel 3,5 juta ton setahun. Harjanto, Dirjen ILMATE Kementerian Perdagangan, berkata bahwa Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) masih memiliki ruang untuk ekspansi karena luasnya sekitar 2.000 hektar. Dia berkata bahwa IMIP mampu menghasilkan 4 juta ton stainless steel dan baja karbon juga 4 juta ton setahun. Jadi, sebentar lagi Indonesia akan menjadi produsen terbesar yang kedua di dunia, atau setara dengan Eropa. Nomor satu: China.

J. Kongsi Indonesia-China, Penentu Harga Nikel & Baterai Mobil Listrik sedunia

Pada akhir 2014, ketika kongsi Indonesia-Tsingshan sedang membangun pabrik NPI yang pertama di IMIP, Sulawesi Tengah, dan dipastikan akan selesai tepat waktu, harga nikel jatuh dari sekitar USD 20.000 pada semester 1 2014 per ton menjadi sekitar USD 15.000 (turun 25%) pada akhir 2014.

Lalu, sampai Juni 2018, harga nikel naik menjadi sekitar USD 17.500.

Para pedagang dan spekulan memperkirakan nikel, yang dipakai untuk membuat stainless steel, akan menjadi pemenang dari revolusi kendaraan listrik karena nikel adalah salah satu komponen penting baterainya. Mereka bersiap-siap untuk menyantap kontrak futures dan fisik nikel.

Tetapi, kongsi Indonesia-Tsingshan Holding Group, raksasa logam China, yang terkenal punya kepandaian khusus untuk menjungkir-balikkan pasar, sedang mengancam akan mengganggu pesta para spekulan nikel itu. Pada Oktober 2018, kongsi itu mengumumkan bahwa mereka sedang membangun sebuah pabrik di Indonesia untuk menghasilkan garam-garam nikel-kobal sebagai bahan utama pembuatan baterai mobil listrik di IMIP dengan kapasitas 50.000 ton per tahun dan biaya USD 700 juta. Hebatnya, kongsi itu juga mengumumkan bahwa pabrik itu akan siap produksi tahun depan, 2020.

Akibatnya, harga nikel jatuh lagi menjadi sekitar USD 13.000 per ton menjelang akhir 2018.

 K. PT Sulawesi Mining Investment (SMI), pionir hilirisasi nikel di Indonesia

PT SMI, yaitu kongsi antara Bintang Delapan Group dan Tsingshan Holding Group, adalah perusahaan pertama yang benar-benar mewujudkan hilirisasi bijih mineral, khususnya nikel, di Indonesia melalui pembangunan pabrik NPI. Proyek itu juga merupakan yang pertama bagi Tsingshan di Indonesia.

 L. Indonesia & Tsingshan ubah nikel mutu rendah menjadi Kelas Satu

Pengubahan deposit-deposit nikel Indonesia dari mutu rendah menjadi logam “Kelas I,” yang setara dengan mengubah anggur murah menjadi anggur bermutu tinggi/hasil simpanan bertahun-tahun yang bernilai tinggi, akan mengacaukan gaya cerita spekulan yang selama ini telah membantu melindungi nikel dari penjualan secara obral di pasar-pasar logam selama tahun 2018.

Walaupun adanya berbagai tantangan, yaitu menyesuaikan teknologi yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis, para analis telah memoderatkan perkiraan-perkiraan harga mereka untuk nikel karena menyadari rekor Tsingshan sebagai salah satu pendobrak pasar nikel.

“Ketakutan yang umum adalah bahwa jika Tsingshan dapat mensukseskannya, harga nikel tidak akan benar-benar perlu naik jauh lebih tinggi,” kata Colin Hamilton, direktur riset komoditi di BMO Capital Markets Ltd.. Dia perkirakan bahwa harga USD 14.000 per ton metric (MT) dapat membenarkan investasi lebih lanjut di proyek-proyek seperti itu di Indonesia. “Jika bukan Tsingshan yang sedang melakukannya, orang akan mengabaikannya secara jauh lebih berat."

 M. Inovasi harga oleh Indonesia & Tsingshan: Harga Kontrak Stainless Steel yang Pasti

Melalui Morowali, Indonesia & Tsingshan juga mendobrak harga baja nirkarat dengan menawarkan kontrak-kontrak dengan harga pasti yang menghapus surcharge (biaya tambahan) apa pun untuk aloi, yang sebelumnya merupakan cara tradisional industry baja nirkarat dalam menentukan harga gejolak bahan-bahan yang penting misalnya nikel.

Penghapusan surcharge itu sangat mungkin ditentang dengan keras oleh para produsen yang lain. Tetapi, dengan kapasitas 8 juta ton, yang merupakan sekitar 15% dari produksi sedunia, dan dukungan biaya produksinya yang rendahnya, tawaran Tsingshan dapat sangat menarik perhatian para konsumen, menurut para analis di Citi.

 N. Prestasi Indonesia & Tsingshan: Pembangunan pabrik-pabrik secara kilat dan efisien

1.   1.Pabrik pertama NPI dibangun mulai Juli 2013 dan selesai 18 bulan kemudian sehingga pabrik itu mulai berproduksi pada Mei 2015!!! Pabrik itu diresmikan oleh Presiden Jokowi dengan cara langsung di lokasi pabrik.

Pabrik itu dimotori oleh PT Sulawesi Mining Investment (SMI), yaitu kongsi Bintang Delapan Group dan Dongxin Group, produsen baja yang berkedudukan di Fujian. Berdasarkan perjanjian mereka, nikel yang ditambang oleh SMI diproses di pabrik itu dengan kapasitas produksi 300.000 ton setahun. Pabrik ini memerlukan investasi USD 628 juta, yang USD 384 di antaranya berupa kredit dari China Development Bank (CDB).  

Direktur Utama CDB bahkan memuji-memuji prestasi itu di banyak forum, antara lain ketika diwawancarai oleh Euromoney pada 26 September 2017.

2.   2. Pabrik yang kedua dibangun oleh Guang Ching Nickel and Stainless Steel industry. Produsen logam yang berkedudukan di Sulawesi di mana Guangzin Holdings, salah satu konglomerat pertambangan dan manufaktur yang berkedudukan di Guangdong, adalah pemegang saham yang besar. Dengan target produksi 600.000 ton NIP per tahun, proyek itu makan investasi di atas USD 1 miliar. Pekerjaan konstruksinya dimulai pada Mei 2014 dan mulai berproduksi dua tahun kemudian.

3.   3. Pabrik lempengan (slab) baja nirkarat dan PLTU-nya yang khusus dibangun oleh Indonesia Tsingshan Stainless Steel, dengan CDB meminjamkan USD 570 juta dari biaya total USD 800 juta. Pekerjaan konstruksi dimulai pada 2015 dan pendapatan penjualannya diperkirakan sekitar USD 2,2 miliar, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 1 juta ton.

4. Per akhir 2016, investasi-investasi berjumlah USD 2,5 miliar. Pada Maret tahun 2017, produksi berjalan sehingga IMIP dkk sukses menghasilkan 2 juta ton baja nirkarat pada 2017. Produksinya akan naik menjadi 3 juta ton pada 2018.

4.   5. Sebagai salah satu hasil Forum Kerja Sama China-Indonesia pada Juni 2017, investasi lanjutan senilai USD 1,63 miliar yang terkait dengan Iniasiatif Sabuk dan Jalan (BRI)  disetujui. Sekitar USD 980 juta di antaranya akan dipakai untuk mendanai sebuah pabrik baja karbon baru, yang akan dibangun secara kongsi antara Tsingshan Group dan Delong Group. Begitu operasional, pabrik itu akan menghasilkan 3,5 juta ton baja karbon per tahun.

5.   6. Tsingshan dan Bintang Delapan Group juga sedang bekerja sama membangun dua buah PLTU tambahan dengan biaya sekitar USD 650 juta, yang masing-masing akan berkapasitas listrik 350 mW.

      Total investasi Tsingshan dkk di IMIP akan mencapai USD 6 miliar.

O. Pemberitaaan di seluruh dunia:

Media-media bisnis yang ternama di luar negeri, antara lain, The Financial Times, Reuters, The Business Times, Bloomberg, memberitakan besar-besaran sukses Tsingshan dan Bintang Delapan Group di IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah. Bursa Logam London (LME) pun gempar karena tertahannya kenaikan harga nikel yang membuat para produsen barang dari nikel dan konsumen mereka bahagia tetapi para spekulan kecewa.

Contoh:

1. Pada 30 Oktober 2018, kantor berita Reuters dari Inggeris  memberitakan bahwa IMIP saat ini memiliki 20 buah fasilitas pengolahan bijih nikel yang memasok 1,5 juta ton NIP ke sebuah pabrik baja nirkarat yang berkapasitas 3 juta ton per tahun.

2. Pada 25 Februari 2019, The Business Times, Singapura: (Central Sulawesi seens gains from tie-up with China firm) melaporkan bahwa IMIP adalah komplek industri baja nirkarat yang terbesar di dunia. Salah satu hasilnya adalah Provinsi Sulawesi Tengah menikmati kenaikan ekspor sd 16 kali lipat (USD 5,11 miliar) pada 2018 dibandingkan 5 tahun yang lalu yang baru USD 297 juta. Total investasi Tsingshan dkk mencapai minimum USD 4 miliar.

3. Pada 29 Oktober 2018, Bloomberg menyiarkan analisa dengan judul: Battery metal bulls fear China’s great disrupter to hit nickel (Para spekulan naiknya harga logam baterai takut terhadap pendobrak besar dari China akan memukul nikel).

Intisari analisa: 

3.1 Biaya rendah proyek Tsingshan di IMIP menghilangkan semangat para spekulan nikel

3.2       Tsingshan membantu mendorong pertumbuhan NPI dari Indonesia

4.   Sedemikian efisiennya pabrik-pabrik  di Morowali itu sehingga saat Tsingshan, sebagai produsennya, sedang dengan cermat menghadapi penyelidikan anti-banting harga oleh para penguasa China setelah para produsen di China Daratan berkeluh tentang banjir produk impor yang murah.

5.    India

Di Mundra, wilayah Kutch, Tsingshansaat ini sedang mendirikan sebuah kompleks baja nirkarat yang luas. TSINGSHAN melaksanakan proyek itu setelah meneken MOU selama Pertemuan Puncak Gujarat Bergairah 2017. Dalam waktu satu tahun setelah MOU, perusahaan ini mulai membangun tahap pertama proyek itu yang diumumkan akan selesai dalam waktu 14 bulan saja, sebuah rekor lagi oleh Tsingshan.

Pada 18 Januari 2019, Economic Times, India, memberitakan bahwa pendiri Tsingshan, Xiang Guangda, berkata bahwa Tsingshan dan mitra kongsi lokalnya, Chromeni Steel,  juga akan menanam USD 3 miliar di Dholera untuk membangun sebuah pabrik baterai untuk mobil listrik untuk memasok industry permobilan yangs edang berkembang dengan pesat di India.

P. Tsingshan dkk juga beroperasi di Halmahera

Melalui PT Indonesia Weda Industrial Park (IWIP), yang direncanakan seluas 2.000 hektar, Tsingshan, Huayou dan Zhenshi juga sedang membangun kawasan industri terpadu yang pertama di dunia untuk memproduksi baterai kendaraan listrik jenis lithium-ion. IWIP juga sebagai bentuk wujud kongsi antara Eramet Group (Perancis) dan Tsingshan plus PT Aneka Tambang Tbk pada 2018. Para pihak menyatakan bahwa untuk tahap pertama pengembangan IWIP, akan ada investasi USD 5 milair. tahap selanjutnya juga USD 5 miliar. Nantinya IWIP akan memiliki 18.000 pekerja, dengan hany segelintir TKA.

Q. Tsingshan dkk juga akan investasi di Tanah Kuning, Kalimantan Utara

 Tsingshan dkk berencana menanam modal sejumlah USD 28 miliar (IDR 400 T) lagi di kompleks feronikel terpadu di Tanah Kuning, Kalimantan Utara. Proyek itu mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 7.200 MW di Sungai Kayan. Menurut laman www.kemenperin.go.id, Tsingshan dkk akan membangun pabrik feronikel dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun, ferokrom 1,2 juta ton, mangan 05, juta ton, ferosilikat 0,2 juta ton, baja karbon 10 juta ton dan alumina 1 juta ton.

Semoga semakin banyak kongsi seperti itu di Indonesia. Silakan share dengan semua teman.