lijusu news

 

education

 

careers

 

 economy

 

health

 

 finance

 

interviews

 

 news

 

science-

tech

 

bimbingan

usaha

peluang usaha 

18 Maret 2018, dari kompasiana.com/tjansietek

(dikutip dari 30 Cara Tingkatkan Kecerdasan dan Kreativitas  oleh Tjan Sie Tek, yang akan segera terbit)

I. Pentingnya Kreativitas dan Inovasi dalam Pemakmuran Bangsa

Di China 

Melalui inovasi berbagai macam produk dan jasa, per tahun 2002 GDP nominal China tercatat baru USD 1,21 triliun (kurs USD:CNY= 8,1) dan per akhir 2017 GDP nominal China sudah mencapai sekitar USD 12,8 triliun (USD:CNY= 6,5), atau naik sekitar 950%!!! Itu sebuah rekor terbesar dalam sejarah ekonomi negeri besar di dunia. Sebagai pembandingan, GDP Indonesia adalah USD 212,8 miliar (USD:IDR= 9.260) per akhir 2002 dan sekitar USD 1.000 miliar (USD 1 triliun; USD:IDR= sekitar 13.300) per akhir 2017, atau naik sekitar 400%.

Edisi koran online South China Morning Post minggu lalu menonjolkan artikel yang berbunyi "Yang mengkhawatirkan Eropa bukanlah investasi-investasi China melainkan inovasi China."

Kita semua tahu bahwa sekarang China sedang membuat segala macam inovasi dan juga penemuan di berbagai bidang, terutama didorong oleh Program Made in China 2025 yang menyatakan bahwa China harus swadaya dalam sains dan teknologi pada tahun itu. Pada 12 Maret 2018, Perdana Menteri Li Keqiang mengumumkan bahwa pemerintah pusat mendukung semua saran tentang pembangunan yang inovatif.

Karena itu, kita sebaiknya punya program yang sejenis.

1.1 Definisi Kreativitas dan Inovasi

Menurut Paul Sloane (wwww.innovationexcellence.com), kreativitas adalah kemampuan atau tindakan menciptakan sesuatu yang tidak biasa atau pertama kali. Inovasi adalah pelaksanaan sesuatu yang baru. Kalau anda mengadakan sebuah rapat pemberian ilham dan menghasilkan puluhan gagasan baru, anda telah menampilkan kreativitas, tetapi belum ada inovasi sampai sesuatu dilaksanakan. Seseorang harus mengambil risiko dan menyerahkan sesuatu agar sebuah gagasan yang kreatif diubah menjadi inovasi.

1.2 Hama adalah permata bagi seorang Wiraswasta

Peter F. Drucker (1986:25-30) menulis bahwa wiraswasta membuat inovasi.  Inovasi memberkahi sumber-sumber daya dengan kemampuan baru untuk menciptakan kekayaan. Apa pun yang mengubah potensi penghasilan kekayaan milik suatu sumber daya yang telah ada merupakan inovasi. Misalnya, sebelum manfaat medisnya ditemukan oleh Alexander Fleming, seorang dokter di London, jamur penisilin merupakan "hama," atau gangguan. Setelah Alexander Fleming menjadikannya sebagai penisilin yang popular itu, jamur itu menjadi salah satu sumber daya yang bernilai tinggi. Jadi, hama itu telah berubah menjadi permata.

1.3 Otak kita adalah pembelajar, selalu mengubah dirinya dan tidak pernah beristirahat

Majalah National Geographic (A User's Guide, revised and updated, 2018:21) melaporkan bahwa otak kita terus-menerus menyusun ulang dirinya untuk menjadi organ yang secara fisik berbeda dari apa dirinya pada saat sebelumnya. Karena tidak pernah beristirahat, ia mengolah dengan cepat dan terus-menerus pengalaman-pengalaman baru kita setiap hari sehingga menggabungkannya ke dalam jaringan kerja penyimpanan informasinya dan mengenyampingkan informasi yang lain. Pembentukan ingatan-ingatan menghasilkan identitas pribadi dan sosial. Ketika penyakit dan kekacauan merampas kemampuan mengingat dan bahasa kita dari otak, kedua hal itu menghilangkan apa yang menjadikan setiap orang unik.

1.3.1 Seperlima (1/5) darah kita dikhususkan untuk memasok otak kita

Majalah itu (halaman 17) juga melaporkan bahwa 1/5 darah kita dikhususkan untuk memasok otak kita.

1.3.2 Emosi seringkali mengalahkan logika

kompasiana-1-5aae39275e1373159e6b7502.jpg

kompasiana-1-5aae39275e1373159e6b7502.jpg

Di bukunya yang berjudul The Chimp Paradox (2011:17), Dr. Steve Peters, profesor psikiatri dan dekan Program S1 Ilmu Kedokteran di Universitas Sheffield, Inggeris, menulis bahwa apa pun yang sedang kita lakukan, logika dan emosi kita menafsirkan apa yang sedang terjadi dan membuat pendapat tentang apa yang seharusnya kita lakukan. Kadang-kadang kedua-duanya sepaham sehingga tidak ada masalah. Tetapi, seringkali tidak demikian. Ketika logika tidak sepaham dengan emosi, emosilah yang paling kuat dan, karena itu, emosi mengendalikan pikiran dan juga tindakan kita. Namun, jika kita menyadari apa yang sedang terjadi dan memiliki strategi untuk mengelolanya, kita akan dapat mengendalikan emosi kita dan kemudian dapat bertindak secara logis.   

Inovasi bisa berupa benda atau jasa

Peter Drucker (1986:31) menulis bahwa inovasi bisa berupa produk atau jasa, misalnya pemasaran, pelayanan.

1.4 Kreativitas

1.4.1 Proses Kreativitas

Di National Geographic (May 2017: 43), tertulis bahwa Rex Jung, ahli sel syaraf di Universitas New Mexico, AS, berkata bahwa proses kreativitas mengandalkan interaksi dinamis di antara jaringan-jaringan kerja sel syaraf yang bekerja bersama-sama dan berasal dari berbagai bagian otak sekaligus---baik otak kanan maupun kiri dan terutama wilayah-wilayah  yang ada di prefrontal cortex. Salah satu di antara jaringan kerja itu membantu pertumbuhan kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan---yaitu kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan, misalnya pergi ke tempat kerja dan membayar pajak kita---dan sebagian besar berdiam di bagian-bagian luar otak. Bagian lainnya menumbuh-kembangkan  proses-proses pikiran di bagian dalam, yang mencakup mimpi di siang hari dan berimajinasi, serta membentang terutama di seluruh wilayah tengah otak.   Improvisasi jazz adalah salah satu contoh yang penting tentang bagaimana jaringan-jaringan kerja sel syaraf berinteraksi selama proses kreatif itu.

1.4.2 Syarat dan Manfaat Kreativitas

Persyaratan

Di bukunya yang berjudul How to become twice as smart, Scott Witt (1983:118-119) menulis bahwa keyakinan pada diri sendiri adalah salah satu bahan pokok untuk timbulnya kreativitas. Yang kedua adalah kemandirian. Pemikir yang mandiri tidak terikat oleh aturan-aturan yang telah ditentukan untuk melakukan sesuatu. Dia tidak patah semangat karena aturan berbunyi bahwa sesuatu tidak dapat dilakukan dengan cara tertentu. Apa pun yang para "ahli" mungkin katakan, si pemikir bebas tahu bahwa ada solusi untuk setiap soal dan ada gagasan untuk memenuhi kebutuhan dan dia tidak takut untuk mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak biasa.

Manfaat

Scott Witt (idem,123) menulis bahwa kreativitas bisa dipakai untuk menyelesaikan masalah dan juga menimbulkan peluang-peluang (bisnis) baru yang menggairahkan.

1.4.3 Tes IQ tidak mencakup kreativitas karena sulit sekali untuk diukur

Contoh: Kreativitas Albert Einstein dan Charles Darwin.

1.4.4 Timbulnya Kreativitas

1.4.4.1 Kebetulan

Scott Witt (1983: 123) menulis bahwa banyak gagasan tentang penemuan yang sangat berguna di dunia terjadi secara kebetulan.

Contoh:

Sebutir apel jatuh ke atas kepala Isaac Newton sehingga dia menemukan hukum gravitasi.

Banyak penemu tidak mulai kegiatan khusus untuk menciptakan produk-produk mereka yang sangat terkenal. Mereka sedang mengerjakan proyek-proyek lain ketika suatu kejadian yang muncul selama pelaksanaan proyek mereka menyebabkan mereka mengubah arah dan muncul dengan sesuatu yang jauh berbeda dan jauh lebih penting daripada apa yang pernah mereka bayangkan.

Contoh: William A. Mason sedang mencoba menemukan suatu cara untuk menyadap terpentin (minyak tusam) dari balok kayu hijau. Ketika mengunjungi banyak pabrik penggergajian kayu, ia memperhatikan banyaknya kayu yang menjadi limbah. Dia membatalkan proyek terpentinnya dan mulai memikirkan cara-cara untuk menggabungkan kepingan-kepingan kecil kayu limbah itu menjadi bahan yang dapat dipakai. Lahirlah gagasannya tentang pengubahan kayu-kayu itu menjadi fiber-fiber dan kemudian memadatkannya menjadi panel-panel yang keras sehingga menghasilkan Masonite yang kita kenal.

Catatan: Ada perkataan bijak yang berbunyi," Quality is never the result of accident but intelligent effort" (Kualitas belum pernah merupakan hasil kebetulan melainkan hasil dari upaya yang cerdas). Thomas Alva Edison terkenal karena salah satu ucapannya," Kejeniusan terdiri atas 99% kerja keras dan 1% ilham."

Contoh Kreativitas Wiraswasta yang ekstrim

Di Jataka, ada cerita tentang seorang pemuda miskin yang kreatif. Suatu hari dia secara tidak sengaja mendengar percakapan di antara bendahara kerajaan dan temannya sambil berjalan. Si bendahara melihat bangkai sesekor tikus dan berkata," Seseorang yang punya akal dan mampu memakainya dapat mencetak uang dengan bangkai tikus."

Sang pemuda terinspirasi lalu mengambil bangkai itu dan menjualnya kepada seorang pemilik kedai sebagai makanan kucingnya. Dia mendapatkan sekeping uang. Lalu, dengan uang itu dia membeli sebuah teko, sejumlah sirop gula tebu dan mencampurnya dengan air. Lalu, dia menawarkan minuman penyegar itu kepada sekelompok pengumpul bunga yang masing-masing membayarnya dengan segenggam bunga. Dia melakukan hal yang sama setiap hari sampai modalnya menjadi 8 kali. Suatu hari, datang angin ribut dan batang pohon serta dedaunan berserakan di taman-taman kerajaan. Dia menawarkan diri kepada pemelihara taman untuk menyingkirkan semua batang dan dedaunan itu jika gratis. Tentu saja, si pemelihara setuju. Si pemuda minta bantuan sejumlah anak kecil untuk memindahkan semua itu ke pintu gerbang istana dengan bayaran minuman yang dibuatnya itu. Dia berhasil menjualnya kepada pembuat tembikar sebagai bahan bakar tembikar dan modalnya berlipat dua.

Kemudian dia membeli teko besar dan banyak sekali teko kecil sebagai gelas. Dia menawarkan semuanya itu gratis kepada para pemotong rumput. Suatu hari dia mendengar dari seorang pedagang bahwa hari esoknya seorang pedagang kuda akan tiba di kota mereka dengan 500 ekor kuda.

Si pemuda mengatur dengan para pemotong rumput itu agar esoknya mereka memberi mereka sebundel rumput dan tidak menjual rumput mereka sebelum si pemuda habis menjual rumput bagiannya itu. Jelas si pedagang kuda harus membeli semua rumput si pemuda dengan harga tinggi. Modal si pemuda  menjadi 1.000 keping. Singkat cerita, dia bertambah kaya dan akhirnya menikahi putri seorang pedagang kaya dan hidup bahagia setelah itu.

Kesimpulan: Si pemuda percaya diri, mampu melihat kesempatan dan cepat menangkap peluang. Itulah sifat-sifat yang diperlukan untuk sukses sebuah perusahaan.

Kisah itu terjadi di jaman dahulu kala tetapi sampai sekarang strategi-strategi si pemuda diajarkan di program-program MBA!!!

Terencana atau melalui perenungan

Contoh yang Ekstrim

Dalam keterampilan penjualan, ada contoh bahwa seorang penjual (salesman) dinobatkan sebagai yang terbaik akrena berhasil menjual dua buah mesin penyadap susu sapi kepada seorang peternak sapi yang memiliki hanya seekor sapi dan membawa sapi itu sebagai bayarannya!!!

1.4.5 Kreativitas dan inovasi dimulai dengan mengetahui adanya missing knowledge dan missing link

1.3.5.1 Missing knowledge

Peter Drucker (1986:115) menulis bahwa analisa yang cermat harus dilakukan untuk mengetahui factor-faktor apa yang belum tersedia untuk membuat inovasi yang bersangkutan sehingga kita dapat memutuskan apakah factor-faktor yang belum ada (missing) dapat dibuat---sebagaimana Wright bersaudara putuskan berkenaan dengan hitungan matematika yang belum ada---atau apakah inovasi itu sebaiknyan ditunda karena belum layak.

Kesimpulan: selain berbagai macam faktor, banyak inovasi gagal karena tidak dilengkapi dengan missing knowledge tetapi dipaksakan untuk dibuat padahal tidak akan suskes karena tidak efisien, tidak tepat guna dll.

1.3.5.2 Missing link

Scott Witt (1983:120-121) menulis bahwa ketika sebuah soal tidak dapat diselesaikan, itu biasanya karena mata rantai yang belum ada.

Contoh: Sebuah toko pakaian sering mengalami pencurian oleh sebuah gang pencuri yang spesialis mencuri di toko-toko pakaian ketika toko-toko sedang tutup di malam hari. Teknik-teknik polisi tidak berhasil mencegah atau menangkap mereka karena para pencuir bergerak semikian masuk toko dan dengan cepat mengambil semua pakaian di rak-rak sehingga mereka sudah kabur ketika polisi tiba di lokasi.  Alarm pencurian dan perlelatan canggih lainnya tidak membantu polisi. 

Kemudian, seorang detektif yang merupakan pemikir mandiri menasihati para pedagang pakaian agar menempatkan dagangan mereka itu di gantungan-gantungan dengan kaitannya berselang-seling, yang satu menghadap dinding dan yang satunya lagi menghadap ke tengah ruangan, semuanya di sepanjang rak-rak mereka. Karena harus mengambil pakaian satu per satu, para pencuri menjadi sedemikian lambat dalam bergerak sehingga setelah alarm pencurian berbunyi, para petugas polisi sudah  tiba di toko pakaian sedangkan para pencuri masih sedang mencoba mengumpulkan barang-barang curian mereka!!! Missing link di pihak polisi adalah kurangnya waktu yang dimulai dengan berbunyinya alarm sampai para pencuri melarikan diri dengan barang-barang curian mereka. 

1.4.6 Uji inovasi tidak terletak pada kebaruannya, kandungan teknologinya, atau kepintarannya, melainkan pada suksesnya di pasar. (Peter Drucker, 1986:viii)

1.4.7 Kreativitas plus EQ

Suatu hari, Buddha Gautama kedatangan seorang petapa (P) yang langsung mengumpat-umpat beliau di hadapan banyak orang. Buddha Gautama (BG) serius mendengarkan umpatan-umpatan itu dengan sabar. Setelah petapa itu selesai, beliau bertanya," Petapa, bolehkah aku bertanya?" Boleh," jawab si petapa.

BG:" Kalau anda datang menawarkan makanan kepada seorang teman tetapi teman itu menolaknya, apa yang akan anda lakukan?"

P:" Aku akan membawa pulang makanan itu dan menyantapnya sendiri."

BG:" Kalau begitu, aku menolak semua umpatan anda dan silakan ambil kembali untuk anda bawa pulang sekarang."

II. Cara-Cara Peningkatan Kreativitas dan Inovasi

2.1 Tiga Cara untuk tingkatkan Kreativitas

2.1.1 Pinjam gagasan orang lain

Scott Witt (1983:124) mengutip Dr George Grier bahwa

 "Sama sekali tidak mungkin bahwa seseorang pernah memiliki suatu gagasan yang benar-benar baru. Ia mungkin menggabungkan beberapa buah gagasan lama menjadi sebuah gabungan yang baru, tetapi unsur-unsur yang membentuk gabungan-gabungan baru sebagian besar didapatkan dari orang-orang lain. Tanpa banyak gagasan pinjaman, tidak akan ada penemuan, pergerakan baru, atau sesuatu lainnya yang dikelompokkan sebagai baru."  

Oliver Wendel Holmes menyatakannya dengan cara lain,"

Banyak gagasan tumbuh dengan lebih baik ketika dipindahkan ke dalam pikiran orang lain daripada di dalam pikiran di mana gagasan-gagasan itu muncul pertama kali."

Contoh:

King Gillette menemukan gagasan tentang pisau cukur sekali pakai dari sumbat/gabus yang pada waktu itu dipakai di dalam tutup botol minuman ringan. Dia mendapati sumbat itu sebagai salah satu produk komersil yang hampir sempurna---yaitu pisau cukur sekali pakai yang harus pemakainya beli lagi dan beli lagi.

(ii) Contoh-contoh lain dalam bisnis:

-Handphone menjadi telepon cerdas (smartphone)

-Mobil dengan pembakaran dalam (memakai bensin atau disel) diganti menjadi mobil listrik atau gabungan listrik dan bensin/disel.

2.1.2 Aktif cari gagasan

Masuklah ke sebuah toko, baca iklan, pakai sebuah produk, tanda tangai selembar cek, lewat di sebuah reklame, baca koran, atau perhatikan bagaimana sebuah mesin bekerja dll.

2.1.3 Keinginan untuk tahu (curiosity) adalah asset kita yang paling berharga

Scott Witt (1983:126) mencatat bahwa otak kanan kita adalah tempat kita menghasilkan gagasan-gagasan yang kreatif. Semakin kita mendekati usia dewasa, semakin  dominanlah otak kiri kita. Yang sering menghambat kita adalah ketika sebuah gagasan kreatif muncul di otak kanan kita, otak kiri kita memperingatkan kita bahwa gagasan itu tidak masuk akal. Tidak bisa dilakukan. Itu melanggar aturan atau akan membuat orang menertawai kita dsb.  

2.2 Lima Cara untuk memprogram diri kita agar (lebih) kreatif

Scott Witt (1983: 127-129) menawarkan 5 cara itu:

2.2.1 Lakukan eksperimen dengan berbagai macam cara untuk melakukan banyak hal yang kita lakukan. Tujuannya adalah tidak harus untuk menemukan cara baru melainkan membentuk kembali keluwesan (plasticity) mental kita.

 Contoh:

Coba cara lain atau rute lain untuk pergi-pulang ke dan dari tempat kerja;

Ganti format surat atau memo perusahaan anda;

Kembangkan berbagai macam teknik untuk bermain golf, tennis, catur dll;

Di restoran, pesan makanan-makanan yang belum pernah anda coba sebelumnya.

Catatan:

(i) Setiap orang adalah jenius atau calon jenius. Setiap orang punya bakat yang unik, baik yang terlihat ataupun yang terpendam. Eksperimen adalah salah satu cara untuk mengungkapkan bakat atau kejeniusan seseorang.

(ii) Di bidang pendidikan, berikan kesempatan kepada para siswa, misalnya, untuk bereksperimen dengan berbagai macam cara ketika sedang membuat atau mengolah sesuatu, misalnya ketika melakukan eksperimen biologi, kimia, fisika atau yang lain.

(iii) Selain yang disebutkan di atas, di perusahaan, berikan kesempatan kepada pegawai dll untuk bereksperimen sesuai dengan bidangnya masing-masing. Misalnya, salesman boleh bereksperimen dengan berbagai macam cara untuk menawarkan produk kepada pelanggan sepanjang etis, tidak merusakkan nama perusahaan atau menimbulkan biaya dan waktu yang tidak wajar, atau hal-hal lain yang ditetapkan secara wajar oleh atasannya atau perusahaan.

2.2.2 Beri kesempatan pada gagasan-gagasan baru untuk tetap ada. 

Sebagian besar orang mencemooh gagasan yang setengah matang karena tidak menyadari bahwa semua gagasan adalah setengah matang terlebih dahulu. Dengan sedikit polesan saja, bahkan gagasan yang kelihatan paling tidak berharga pun mungkin menjadi permata. Jangan lebih cepat menolak gagasan "terlalu jauh" milik seseorang daripada anda menolak gagasan anda sendiri. Mana pun yang terjadi, upaya imajinatif untuk mempelajari dan mengembangkan gagasan itu bermanfaat besar bagi anda dan walau rencana itu akhirnya harus dibatalkan, latihan mental itu masih sangat menguntungkan anda.

Miliki buku catatan kecil atau catat semua gagasan seperti itu begitu muncul. Lalu, kasih peluang kepada diri sendiri untuk memikirkannya.

Catatan:

(i) Di bidang pendidikan, berikan kesempatan kepada para siswa, misalnya, untuk mengungkapkan gagasan-gagasan mereka, misalnya, tentang bagaimana cara menendang bola sepak, melempar bola voli, menyusun laporan penelitian dll.

(ii) Selain yang disebutkan di atas, di perusahaan, berikan kesempatan kepada semua pegawai dll untuk menawarkan gagasan-gagasan mereka tentang segala bidang, misalnya proses produksi, cara pembuatan, pengolahan, penyimpanan, penyusunana  produk dll.barang, penyusuann bereksperimen sesuai dengan bidangnya masing-masing. Misalnya, salesman boleh bereksperimen dengan berbagai macam cara untuk menawarkan produk kepada pelanggan sepanjang etis, tidak merusakkan nama perusahaan atau menimbulkan biaya dan waktu yang tidak wajar, atau hal-hal lain yang ditetapkan secara wajar oleh atasannya atau perusahaan.

2.2.3 Perkuat kemampuan untuk meminjam atau menggabungkan gagasan orang lain

Pakai 10 menit dari waktu anda setiap hari untuk melihat kemiripan dua buah produk, system atau keadaan yang tidak berhubungan. Daftarkan semua kemiripan mereka yang dapat anda bayangkan atau temukan. Hal itu akan menjadikan pikiran anda memikirkan hubungan dan kemiripan bahkan ketika anda sedang tidak memikirkannya. Itulah cara gagasan-gagasan terbaik anda tercipta.

Contoh: cari kemiripan dan hubungan di antara TV dan mobil anda di rumah. Kedua-duanya mengandung perlengkapan listrik: tombol, antenna, kabel listrik, saklar dll. Ada jutaan rumah memilik TV dan mobil. Anda bisa memulai usaha baru: bengkel perawatan mobil, pabrik tombol, antena dll.

Catatan:

(i) Di bidang pendidikan, cara ini juga cocok untuk ditawarkan kepada para pelajar, terutama sehubungan dengan peningkatan kreativitas mereka dan juga pemerkuatan aneka kecerdasan (multiple intelligences) mereka.

(ii) Di perusahaan, cara ini juga cocok untuk ditawarkan kepada semua pegawai biasa, manajer dll untuk memeprkuat atau memelihara multiple intelligences mereka. Peningkatan kreativitas mereka, antara lain, akan membantu perusahaan lebih sukses dan ternama.

2.2.4 Kembangkan sejumlah kegiatan kreatif di waktu luang

Kegiatan ini akan menjaga imajinasi anda tetap bugar dan siap untuk action.

Contoh: kerjakan teka-teki silang, bermain olahraga yang memakai papan, contohnya catur; melukis, belajar fotografi dan kerajinan tangan.

Catatan:

(i) Di bidang pendidikan, cara ini juga cocok untuk ditawarkan kepada para pelajar, terutama sehubungan dengan peningkatan kreativitas dan juga pemerkuatan aneka kecerdasan (multiple intelligences) mereka.

(ii) Di perusahaan, cara ini juga cocok untuk ditawarkan kepada semua pegawai biasa, manajer dll untuk memeprkuat atau memelihara multiple intelligences mereka. Peningkatan kreativitas mereka, antara lain, akan membantu perusahaan lebih sukses dan ternama.

2.2.5 Bersifat ingin tahu

Jangan pernah puas dengan fakta-fakta yang sekedar; berupayalah mempelajari alasan-alasan juga. Perkuat kebiasaan bertanya kepada diri sendiri maupun orang lain bahkan ketika topiknya tidak langsung penting bagi anda. Bukan nilai atau manfaat pengetahuan yang akan anda peroleh melainkan pemerkuatan rasa ingin tahu anda.

Contoh: ketika anda selesai membaca koran, tanya diri anda mengapa anda membaca hal-hal tertentu dan melewatkan yang lain. Tanya took tempat anda sering belanja mengapa ia memilih lokasi tokonya di tempat anda sedang bicara dengan dia. Ketika seseorang memebritahu anda bahwa sesuautu tidak dapat dilakukan, tanya mengapa demikian. Jika jawabannya tidak menyelesaikan pertanyaan itu, tanyakan juga mengapa demikian. Ketika anda menyuruh seseorang memperbaiki sesuatu, tanya apa yang salah dan mengapa. 

Catatan:

(i) Di bidang pendidikan, dorong para pelajar agar berbuat yang sama untuk memperkuat keingin-tahuan mereka tentang segala hal, yang bisa diharapkan, antara lain, akan membantu mereka menemukan minat ataupun bakat masing-masing.

(ii) Di perusahaan, menurut pengalaman pribadi saya, pegawai yang rajin bertanya secara positif tentang liku-liku produk atau jasa perusahaan adalah calon pegawai yang akan maju dan peduli dengan perusahaan.

2.3 Tujuh Sumber Peluang Inovasi

2.3.1 Empat sumber dalam perusahaan

Yang tidak diduga: sukses, kegagalan, peristiwa di luar

Ketidak-sesuaian: di antara kenyataan sebagaimana yang sebenarnya dan kenyataan sebagaimana yang dianggap atau "wajib"

Adanya kebutuhan proses

Perubahan dalam struktur industri atau struktur pasar yang menyebabkan setiap orang tidak menyadarinya

 

2.3.2 Tiga lainnya berada di luar perusahaan

2.3.2.1 Demografis (kependudukan)

Catatan:mengingat keterbatasan ruang, saya hanya membahas dua sumber di bawah ini. 

Persepsi, perasaan dan makna

peter-drucker-5aae3d0fab12ae492a3c4233.jpg

peter-drucker-5aae3d0fab12ae492a3c4233.jpg

Persepsi

Peter Drucker (1986:99) menulis bahwa peluang-peluang besar untuk inovasi timbul ketika ada persepsi yang umum bahwa "Gelas itu setengah kosong, tdak setengah penuh." Ketika persepsi berubah, fakta-fakta yang bersangkutan tidak berubah. Hanya artinya yang berubah. Misalnya, ketika AS mulai mengalami kemakmuran besar sekitar tahun 1960-an, mayoritas penduduk AS mengubah persepsi tentang diri mereka dari "kelas pekerja" menjadi "kelas menengah."

Perubahan persepsi seperti itu sampai sekarang menimbulkan aneka peluang inovasi dalam produk maupun jasa. Kita lihat sendiri di Indonesia, misalnya pembangunan kompleks perumahan kelas menengah, pembuatan mobil kelas menengah dsb.

Catatan:

(i) Cocok juga untuk diberitahukan kepada para pelajar, pegawai, teman, anggota keluarga dll. untuk membantu meningkatkan kreativitas mereka dalam bidang masing-masing. Misalnya, tingkat dan mutu pendidikan berhubungan erat dengan sukses karir, bisnis dan juga bangsa.

(ii) Di China, persepsi tentang  pendidikan tinggi yang bermutu telah berubah. Semula, ketika mayoritas super orang China masih miskin sekali,  pendidikan yang bermutu dipersepsikan sebagai arena untuk anak-anak orang elit, kaya atau pejabat tinggi. Sekarang dipersepsikan sebagai kesempatan bagi setiap orang biasa untuk menjadi makmur, termasyur, sukses, kaya dll. Peluang-peluang usaha yang timbul, antara lain, adalah menjamurnya sekolah-sekolah swasta, bahkan sejumlah jaringan sekolah swasta sudah go public!!!

Jutaan orang lulusan maupun pelajar kelas terakhir SMU setiap tahun berlomba-lomba ikut ujian masuk perguruan tinggi bersama, yang disebut sebagai Gaokao. Tidak ada batasan usia untuk ikut Gaokao sejak tahun 2001. Persepsi baru: lulus Gaokao berarti secara umum memastikan jalan hidup lulusannya, terutama anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung, untuk mencapai puncak kehidupan mereka. Juni tahun 2017, tercatat 9,4 juta orang ikut Gaokao dan 3,7  juta orang di antaranya diperkirakan akan lulus dan bisa mendaftar di perguruan tinggi.

(iii) Di Indonesia kita juga melihat kejadian yang mirip.

2.3.2.3 Pengetahuan yang baru, ilmiah ataupun bukan

Di halaman 107, Peter Drucker menulis bahwa inovasi yang berdasarkan pengetahuan adalah bintang super kewiraswastaan. Inovasi itu mendapatkan publisitas dan juga uang. Itulah yang orang biasanya maksudkan sebagai inovasi ketika mereka membicarakan inovasi. Tentu saja, tidak semua inovasi yang berdasarkan pengetahuan penting. Beberapa di antaranya bermakna kecil sekali.  Pengetahuan bisa bersifat teknis, ilmiah dan juga social. Inovasi yang berdasarkan pengetahuan social bisa menimbulkan dampak yang setara atau lebih besar daripada inovasi yang berdasarkan persepsi.

2.3.2.3.1 Tiga Ciri Inovasi yang berdasarkan Pengetahuan

Peter Drucker (1986:107-112)

(i) Perlu waktu yang paling panjang untuk gagasan menjadi produk atau jasa

Diperlukan sekitar 25-30 tahun.

(ii) Inovasi adalah perjumpaan (konvergensi) sejumlah gagasan

Ciri kedua inovasi yang berdasarkan pengetahuan---yang merupakan ciri yang benar-benar unik-- adalah bahwa inovasi itu hampir tidak pernah didasarkan pada satu factor melainkan pada perjumpaan beberapa jenis pengetahuan yang berbeda, yang tidak semuanya ilmiah atau teknologis.

(iii) Inovasi jenis ini memiliki kebutuhan yang berbeda

Analisa yang cermat tentang semua factor yang diperlukan;

Fokus yang jelas pada posisi menurut strategi perusahaan;

Innovatornya perlu mempelajari dan menerapkan ilmu pengelolaan sebagai wiraswasta

2.4 Wiraswasta melakukan Creative Destruction atau Creative Imitation

2.4.1 Creative Destruction

Wiraswasta (entrepreneur, istilah yang diciptakan oleh ekonom Say) hampir 250 tahun lalu melakukan sesuatu yang berbeda, bukan yang lebih baik daripada yang sudah dilakukan oleh orang lain. Joseph Schumpeter merumuskan tugas seorang wiraswasta: pemusnaan sesuatu yang sudah ada dengan membuat sesuatu yang berbeda (creative destruction).

2.4.2 Creative Imitation

Mengingat lamanya waktu untuk mengubah sebuah pengetahuan menjadi produk atau jasa yang sukses di pasar, Peter Drucker membenarkan creative imitation dan mengharapkan bahwa negeri-negeri yang melakukannya akhirnya akan punya waktu, modal dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang cukup untuk membuat inovasi yang berdasarkan pengetahuan.

Di bukunya, contohnya adalah Jepang.

Kita tahu bahwa China melakukan mirip yang pernah dilakukan oleh Jepang dahulu yaitu creative imitation tetapi sekarang China mulai membuat inovasi-inovasi di banyak bidang: kereta api cepat, e-commerce, teknologi keuangan (fintech) komputer super dan kuantum, satelit dan radar kuantum dll.  

Semoga bermanfaat. Silakan share dengan semua teman. Kembali ke Rahasia Sukses Pendidikan di Singapura, Korea dan Finlandia.