Inspirasi Nasional: Pragmatisme, Reformasi Birokrasi dan Peran PMA,

Kunci Sukses Awal Ekonomi China

China sudah maju dan cukup makmur sekarang. Barangkali kita bisa belajar beberapa hal dari kemajuan mereka.

Pemerintah China menerapkan pragmatism dalam mereformasi ekonomi mereka, antara lain, dengan slogan “Seberangi sungai sambil tangan menyentuh dasarnya,”  “Apa pun warna kucingnya, yang penting bisa tangkap tikus.”

Reformasi ekonomi China dimulai pada 1978 dengan membuka pintu lebar-lebar kepada PMA dari seluruh dunia dan menyambut mereka dengan karpet merah.

Beberapa contoh:

1. Untuk menyamankan investor dengan kriteria tertentu, selama sekitar 30 tahun pertama sejak 1978, pemerintah:

i) menyediakan gratis lahan industri, lengkap dengan sertifikat yang bisa digadaikan ke bank; atau

ii) menyewakan lahan dengan tariff rendah;

iii) menyediakan pelatihan gratis untuk jutaan orang calon pekerja;

iv) menyediakan segala perijinan yang diperlukan, bahkan kadang-kadang dengan menempatkan perwakilan pemerintah di lokasi proyek untuk membantu proses perijinan sambil investor membangun pabriknya;

v) menyediakan kredit dengan bunga rendah untuk proyek-proyek yang padat karya dan mengekspor produknya;

vi) Membangun segala macam infrastruktur: jalan raya, jalan kereta api, listrik, saluran telepon gas, pelabuhan laut, udara, sehingga biaya transportasi dan produksi rendah;

vii) mensubsidi listrik dll;

viii) Menyediakan makanan pagi sd malam yang bergizi dan murah kepada para buruh konstruksi pabrik dan bangunan;

ix) Dll, dll.

2. Sejak  1980, membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Shenzhen seluas 49.300 hektar, (sekarang sudah diperluas sampai hampir 200.000 hektar; www.sz.gov.cn), dekat Hong Kong, dan tiga buah KEK lainnya: Zhuhai (dimulai dengan 1.500 hektar, lalu 12.100 hektar), Shantou (mulai dengan 5.260 hektar, lalu diperluas menjadi 23.400 hektar) dan Xiamen (diperluas bertahap menjadi 151.600 hektar);

3. Pada April 1984, 14 buah kota pantai dibuka untuk memperlakukan investor asing secara istimewa: Beihai, Dalian, Fuzhou, Guangzhou, Lianyungang, Nantong, Ningbo,  Qingdao, Qinhuangdao, Shanghai, Tianjin, Wenzhou, Yantai dan Zhanziang;

4. Pada 1990, membuka KEK Shanghai-Pudong, yang jauh lebih besar daripada KEK Shenzhen;

5. Reformasi birokrasi: Dari 1979 sd 1987, pemerintah secara bertahap mengganti jajaran birokratnya (dengan menawarkan pensiun dini)  dengan para insinyur muda yang merangkap birokrat yang telah lebih dahulu dididik dan disiapkan sehingga sekitar 0,5 juta orang birokrat yang merangkap teknokrat dipromosikan menjadi pemimpin di tingkat kabupaten ke atas. Mereka insinyur ahli produksi dan urusan birokrasi.

6. Para investor dibuat mudah sekali mencari pegawai pabrik dengan keterampilan teknis rendah sampai menengah sd tahun 2000 dan sekarang mudah mencari pegawai dengan keterampilan teknis sedang sampai tinggi (cerita seorang eksekutif Jerman kepada penulis).

7. Para pegawai China belajar cepat dan bekerja keras yang semula produktivitasnya rendah menjadi tinggi (dialami langsung oleh sejumlah customer dan teman penulis).

8. Sd tahun 2001, rakyat China menabung sd 70% (saat ini 51%) dari penghasilan mereka sehingga industri perbankan kebanjiran uang dan cukup membayar bunga yang rendah sekali. Saat ini saja deposit berjangka akan diberi bunga 1,4% per tahun. Pada beberapa tahun sebelum sekarang, bahkan di bawah 1% atau minus!

9. Sampai tahun 2001, ketika China masuk WTO, jumlah kartu kredit hanya 2 juta lembar sedangkan kartu debet sudah 60 juta lembar. Sebelum 2001, persyaratan untuk mendapatkan kartu kredit sangat ketat: pemohon kartu kredit harus minimum punya deposito atau tabungan yang cukup untuk hidup 24 bulan walaupun menganggur.

 

Catatan: untuk industri-industri tertentu, misalnya mobil, petrokimia, yang dianggap strategis, investor harus patungan 50:50 dengan perusahaan BUMN/BUMD dan melakukan transfer teknologi.  Mulai September 2016, hukum yang mengatur PMA telah dikendurkan sepanjang bidang-bidang yang bersangkutan tidak terkena pembatasan akses ke pasar.

Sebagian dari hasil-hasil pertama masuknya PMA plus kerja keras dan cepat semua orang China:

A. Menurut Willem van Kemenade (1997):

1. FDI naik dari USD 51 juta pada 1979 menjadi total kumulatif USD 200 miliar per akhir 1995;

2. Nilai export-import naik dari USD 20,8 miliar pada 1978 menjadi USD 280,9 miliar pada 1995 (dengan surplus dagang USD 16,7 miliar)

3.GDP tumbuh rata-rata 9,9% per tahun dari 1979 sd 1995, kecuali 1989 yang hanya 4%;

4. Ratusan juta orang keluar dari kemelaratan;

5. Pangsa BUMN dan BUMD dalam produksi industry turun dari 80% menjadi 40%;

6. Pada 1997, sudah ada sekitar 260.000 buah proyek investasi PMA;

7. Singkatnya, China telah beralih wujud dari negeri yang miskin dan terasing  menjadi negeri sedang berkembang yang “konvensional” dan memainkan peran yang semakin bertambah di perekonomian dunia dan pasar keuangan dunia.

B. Menurut Arthur Lewis Rosenbaum (1992):

1. Para petani sangat menanggapi peluang-peluang pasar yang dibuka;

2. Warga Negara China, terutama bagian selatan, yang sudah punya budaya niaga ribuan tahun, sangat bersemangat menyesuaikan diri mereka dengan peluang-peluang niaga yang diwastakan oleh pemerintah;

3 Pemerintah menaikkan harga beli produk pertanian sehingga para petani bersemangat menaikkan produksi walaupun rata-rata memiliki hanya 0,6 ha lahan;

4. Volume produksi biji-bijian naik 1/3 per tahun;

5. Pendapatan per kapita di pedesaan naik menjadi 3 x pada awal tahun 1980-an;

6. Di Provinsi Fujian, para petani bahkan membangun ladang-ladang bertingkat tiga;

C. Kemudian tancap gas dengan pertumbuhan GDP sekitar 10% per tahun sd 2011, yang hasil-hasil lainnya per akhir 2015 antara lain adalah:  

1. Stok FDI (PMA langsung): USD 2,842 triliun (sekitar Rp 38.367 triliun). (Perbandingan: total stok FDI di AS: USD 6 triliun)

2. Stok FDI China ke luar negeri: USD 1,129 triliun. (Total stok FDI AS ke luar negeri: USD 6 triliun)

Sumber: OECD Statistics diambil pada 12 Desember 2016; stok FDI= modal plus cadangan (yang mencakup laba ditahan) yang dianggap berasal dari induk perusahaan plus utang bersih afiliasi kepada induk perusahaan masing-masing

 

3. Stok FDI dari AS di China per September 2016: sekitar USD 220 miliar (Rp 2.970 triliun).

4. Setiap tahun China menerima FDI baru yang sekitar USD 100-120 miliar (Indonesia: USD 12-15 miliar)

5. Hampir 600 juta orang miskin telah naik menjadi kelas menengah sejak 1978.

6. Pendapatan per kepala/kapita naik dari sekitar USD 350 per akhir 1978 menjadi USD 8.500 per akhir 2016.

 

D. Hasil-hasil lainnya di bidang produksi dan keuangan:

1. China adalah negeri manufaktur  dengan daya saing knomor satu di dunia (AS nomor 2, Indonesia nomor 19) menurut Global Manufacturing Competitiveness 2016.

2. Ekspor China terbesar di dunia: USD 2,274 triliun tahun 2015 (Statista)

3. Cadangan devisa: sekitar USD 3,1 trilun per akhir tahun 2016

4. Tabungan perseorangan dan perusahaan (dana pihak ketiga)  di bank-bank China

Saat ini total: USD 19 triliun (sekitar Rp 257.000 triliun), yang terdiri atas tabungan rumah tangga sejumlah USD 8,5 triliun dan tabungan lain-lain sejumlah USD 10,5 triliun.

5. Aset total bank di China: sekitar USD 32 triliun (Rp 427.000 triliun) per akhir 2015 (atau sekitar 68 X yang Indonesia: Rp 6.300 triliun, gabungan semua bank, menurut Laporan Tahunan Perbankan 2015 oleh OJK)

Di China ada lebih dari 125 buah bank nasional dan daerah (hanya 5 buah yang swasta nasional dan kecil-kecil; enam buah lagi baru diberi ijin operasi pada akhir 2016) dan 127 buah bank asing. Semua bank asing itu memiliki sekitar 2% dari aset total perbankan China. Sebagai catatan, sejumlah bank dan lembaga keuangan asing juga memiliki saham di bank-bank dalam negeri China (lihat China, negeri eksperimen sejak jaman purba).

6. Kapitalisasi (nilai) Bursa Efek Shanghai dan Shenzhen= sekitar USD 5,730 triliun (Rp 77.355 trilun, atau sekitar 15 X kapitalisasi BEI), di luar Bursa Efek Hong Kong yang sekitar USD 3,100 triliun per akhir 2015.

Catatan: Pemodal asing asing hanya memiliki sekitar 2% kapitalisasi Bursa Efek Shanghai dan Shenzhen.

7. Kredit dari China ke luar negeri

Per akhir 2016, sekitar USD 1 triliun. CDB saja sudah USD 400 miliar.

8.  GDP: nomor dua terbesar di dunia, senilai USD 11 triliun tahun 2016 (2,4 x Jepang). Nomor satu: AS, senilai USD 18,56 triliun.

9. Jumlah miliarder dan triliuner serta investasi luar negeri mereka

Menurut Ruben Kempeneer (akhir 2015):

Ada 1.361.460 orang kaya (HNWI) yang secara bersama-sama memiliki kekayaan USD 5 triliun.

Mereka menanam sejumlah USD 1,4 triliun di luar negeri.

Ada 8.466 orang super kaya (UHNWI), dengan kekayaan rata-rata per kepala USD174,6 juta (Rp2,349 triliun), yang terdiri atas: 213 milyarder dolar (di atas Rp 13,5 triliun), 2.745 orang multi-jutawan dolar dan 5.508 orang jutawan dolar yang makmur.

 

E. Aset-aset nasional lain yang besar sekali

Antara lain:

1. Empat buah bank yang terbesar di dunia: Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) (aset per akhir 2015: Rp 46.170 triliun); Bank Mandiri: Rp 910 triliun), China Construction Bank (CCB) (Rp 38.200 triliun, Agricultural Bank of China (ABC) (Rp 36.990 triliun) dan Bank of China (Rp 34.965 triliun)

Sumber: S&P Global Market Intelligence per akhir 2015. Nomor 7: JPMorgan Chase, bank terbesar di AS. Peringkat tersebut didapatkan  dengan memakai International Financial Reporting Standards (IFRS). Jika menggunakan Prinsip Akunting yang secara Umum Diterima (GAAP), JPMorgan Chase akan ada di peringkat dua.

2. China Development Bank (CDB; Bank Pembangunan China) dengan aset sekitar USD 2 triliun, atau tiga kali lipat gabungan Bank Dunia dan IMF.  CDB adalah lembaga pembangunan yang terbesar di dunia dan beroperasi di sekitar 100 buah negeri dan wilayah di dunia (www.cdb.com.cn).

3. Jalur kereta api cepat modern yang terpanjang di dunia: 21.000 km.

4. Aset perusahaan pengelola jalan kereta api nasional (CRC): USD 900 miliar (Rp 12.000 triliun). Modal sendiri: USD 300 miliar.

5. Daya pembangkitan listrik: 1.500.000 mW (Indonesia: sekitar 53.500 mW)

6. Aset dua perusahaan distribusi dan transmisi listrik [State Grid (asset: USD 479 miliar; laba bersih tahun 2015: USD 50 miliar; www.sgcc.com.cn) & China Southern Power Grid (CSG) (asset USD 91 miliar; laba bersih: USD 2,2 miliar; www.csg.com.cn)]: beroperasi di lebih dari 90 negeri dan wilayah di dunia.

State Grid adalah perusahaan distribusi dan transmisi listrik yang terbesar di dunia dan perusahaan nomor dua terbesar di dunia dalam hal nilai penjualan dalam Fortune Global 500.

7. Aset 6 perusahaan pembangkit listrik yang terbesar [(termasuk China Three Gorges (CTG) Corporation, operator Bendungan Tiga Ngarai, PLTA yang terbesar di dunia dengan kapasitas pembangkitan listrik sebesar 22.500 mW, atau 40% dari total kapasitas PT (Persero) PLN]: total sekitar USD 700 miliar dan beroperasi di lebih dari 80 buah negeri serta wilayah di dunia. CTG saja beroperasi di 36 negeri dan wilayah, antara lain Brazil, Jerman, Portugal, Pakistan, Laos, Malaysia, Filipina, terutama sebagai investor pembangkitan listrik.

8. State Power Investment Corp, kontraktor dan investor pembangkitan listrik: USD 119 miliar.

9. Seratus tiga (103) buah perusahaan China masuk di antara 500 perusahaan terbesar di dunia menurut nilai penjualan dalam Fortune Global 500 tahun 2016. (nomor dua setelah AS dengan 130).

10. Nilai produksi dan jasa industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): USD 2,5 triliun per akhir 2016.

Semoga bermanfaat.