Inspirasi untuk Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia

oleh Tjan Sie Tek, M.Sc., 16 November 2016

A.    Pendahuluan

1      Di negeri kita masih banyak orang miskin dan pengangguran.

2      Pengurangan kemiskinan dan pengangguran bukan hanya kewajiban Negara melainkan kewajiban setiap warga Negara.

3      Falsafah setiap warga Negara: (i) Kepentingan bangsa di atas kepentingan lain-lain; (ii) kepentingan perusahaan atau organisasi di atas kepentingan keluarga; dan (iii) kepentingan keluarga di atas kepentingan pribadi. Falsafah ini diterapkan oleh penguasa Jepang, Korea, China, Singapura dll.

4      Jika ia penguasa atau pegawai Negara, ia harus rajin, jujur dan selalu berpikir sebagai pelayan bangsa Indonesia. Jabatannya adalah kepercayaan dan titipan berdasarkan kepercayaan bangsa bahwa ia akan mampu membantu mengurus Negara supaya kemiskinan dan pengangguran berkurang banyak.

Jika terbukti korupsi, ia cepat mengakuinya sehingga dianggap gentleman, berani berbuat juga berani pikul risikonya. Contoh: para menteri dan pejabat Jepang sering bunuh diri begitu ketahuan korup walaupun dalam jumlah uang sedikit.

 

Misinya adalah membantu mempercepat pengurangan kemiskinan dan pengangguran sehingga nantinya Indonesia menjadi negeri yang makmur:

(i)            Cara hidupnya normal, tidak boros dan membantu penghematan biaya kantor, pembangunan dll.

(ii)           Cara kerjanya cerdas, efisien dan efektif sehingga menunjukkan nilai intelektualnya.

(iii)          Menekankan kerja sama dengan banyak orang, baik teman sekantor maupun di luar;

(iv)         Tidak bersaing dengan sesama teman sekerja untuk mendapatkan promosi, bonus dll;

(v)          Selalu berupaya mempercepat cara kerja sehingga setiap pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan pembangunan;

(vi)         Menjaga mutu pekerjaan, pengawasan dll;

(vii)        Setiap anggota keluarganya harus membantunya dalam banyak hal, misalnya keuangan, pendidikan, sehingga dia tidak akan korup. Tidak sebaliknya: minta proyek;

(viii)       Dll

5      Jika ia wiraswasta, ia harus rajin, jujur dan selalu membuat produk atau menghasilkan jasa yang bagus sekali sehingga perusahaanya tambah besar dan menambah pegawai serta pajak:

(i)            Berperilaku yang memotivasi dan bahkan menginspirasi setiap pegawainya untuk bekerja dengan jujur, rajin, cerdas, efisien dll;

(ii)          Memperlakukan pegawai dengan cara yang cerdas dan bermartabat sehingga semua pegawai tetap bekerja tekun, jujur, dan efisien tanpa pengawasannya;

(iii)         Cukup transparan sehingga akan terbiasa dengan tingkat transparansi perusahaan yang sudah go public dan juga berniat untuk go public pada waktunya;

(iv)         Setiap tindakannya selalu mempertimbangkan nasib semua pegawainya;

(v)          Bertindak sebagai kapten kapal yang andal dan efisien;

(vi)         Menunjukkan kalibernya sebagai pemimpin yang selalu mawas diri dan dibanggakan oleh semua orang di sekitarnya;

(vii)        Bermental patriot bangsa sejati melalui kegiatan perusahaannya;

(viii)      Selalu mau belajar untuk meningkatkan kualitas kepemimpinannya, dari banyak orang, did alam maupun di luar perusahaan atau keluarganya sendiri;

(ix)         Mendahulukan pemakaian produk dalam negeri daripada yang impor;

(x)          Target: ekspor produk dan jasanya ke seluruh dunia untuk menunjukkan kemampuan dan mutu produk maupun jasa bangsa Indonesia;

(xi)         Selalu berpikir untuk memajukan perusahaannya sehingga pembayaran pajaknya selalu bertambah kepada Negara;

(xii)        Menyisihkan sebagian laba bersihnya secara teratur, misalnya setiap tiga bulan, kepada para pegawainya plus penduduk di sekitar pabrik atau kantornya sehingga nama perusahaan maupun nama pribadinya harum;

(xiii)      Menganggap pegawainya sebagai manusia seutuhnya, teman atau bahkan mitra,  sehingga memperlakukan mereka secara baik;

(xiv)      Hidup tidak boros karena sebagian besar laba bisnisnya berasal dari hasil kerja para pegawai, pelanggan, pemerintah, pemasok dan bahkan bankirnya;

(xv)        Dll.

 

6      Jika ia pegawai atau eksekutif swasta atau BUMN/BUMD, ia berprinsip bahwa semua pegawai harus kerja rajin sehingga perusahaannya tambah besar dan perlu tambah pegawai.

7      Pertambahan pegawai berarti membantu mengurangi jumlah pengangguran dan juga kemiskinan.

8      Falsafah: Pemberi tidak akan mengalami kekurangan dalam hidupnya.

 

B.    Inspirasi dari anak-anak kami yang pegawai

                 Mereka menerapkan Point  4 sd 6 di atas.

C.   Masa Persiapan dan Pelaksanaan

 

1.    Persiapan

Sejak sekitar 15 tahun lalu, kami menasihati 4 orang putri kami bahwa:

(i)            Jika berteman dengan siapa pun, selalu pikirkan apa manfaat kita untuk orang itu, tidak sebaliknya;

(ii)           Berteman adalah untuk membantu teman itu, tidak sebaliknya;

(iii)          Di sekolah dan kampus, ajak teman-teman untuk bertujuan yang sama; jika mereka tidak suka, tidak apa apa dan kamu harus lanjutkan kegiatan kamu;

(iv)         Sesudah selesai kuliah dan akan melamar kerja:

(a)  Tujuan pertama kerja kamu adalah untuk membantu membesarkan perusahaan milik bos dengan sekuat tenaga dan pikiran, tidak untuk menjadi benalu atau menyusahkannya;

(b)  Tujuan kedua kamu adalah membantu mengurangi penganggguran dan kemiskinan di negeri kita dengan tindakan nyata, tanpa perlu teori;

(c)  Kemiskinan dan pengangguran ada di mana-mana, juga di sekitar tempat tinggal kita;

(d)  Jika perusahaan kamu tambah besar, pasti perlu pegawai baru;

(e)  Bos kamu pasti akan tanya kamu apakah ada anggota keluarga, teman atau tetangga kamu yang sedang perlu pekerjaan. Itulah saatnya kamu menyodorkan anggota keluarga, teman dan tetangga, yang kamu tahu jujur dan rajin, kepada bos kamu;

(f)   Jika bos kamu membuka cabang atau pabrik baru, ia akan perlu puluhan bahkan ratusan orang pegawai baru. Jadi, kamu akan membantu puluhan dan bahkan ratusan orang keluar dari kemiskinan atau pengangguran. Itulah salah satu sumbangsih kamu kepada bangsa ini;

(g)  Selama bekerja, ajak semua teman kerja kamu untuk berpikiran dan berbuat yang sama dengan sopan, jujur dll;

(h)  Karena itu, jangan pernah minta gaji, cukup kasih tahu pewawancara atau bos yang bersangkutan bahwa kamu akan terima berapa pun gaji yang sudah ditentukan;

(i)    Ketika mulai bekerja, siap untuk terima kritikan atau omelan karena itu hak bos;

(j)    Rajin dan tekun bekerja sampai jam 9 malam, yaitu melebihi jam kerja yang biasa diharuskan, jam 9 pagi-5 sore, dan siap masuk kantor atau pabrik di hari libur, tanpa minta uang lembur sepeser pun karena memang tujuan kerja kamu adalah mulia;

(k)  Jangan iri hati dengan semakin makmurnya bos kamu karena itu sudah rejeki dia sebagai orang yang pasti sudah kerja keras sejak kecil. Setiap orang punya rejeki masing-masing;

(l)    Orang yang rajin pasti murah rejeki;

(m)  Salah satu kebahagiaan terbesar kamu adalah nanti ketika banyak orangtua teman atau tetangga kita plus orang-orang lain yang menganggur ternyata mendapatkan pekerjaan yang layak karena jasa kamu.

(n)  Sebagai perspektif atau pembanding: jika kamu sarjana tetapi digaji hanya Rp 2 juta (waktu itu) dan kamu tidak mau lembur atau bekerja keras serta jujur jika tidak dikasih uang lembur, teman dan tetangga kita tentu harus menganggur terus. Juga, bos kamu hanya menganggap kamu sebagai pegawai biasa, bukan teman apalagi mitra kerja. Kami akan menilai kamu sukses di tempat kerja jika bos kamu menganggap kamu sebagai teman atau bahkan mitranya. Sebaliknya, jika ia menganggap kamu sebagai pegawai biasa, kami akan malu dan gagal mendidik kamu.

 

2.    Pelaksanaan

(i)            Di sekolah dan kampus, semua putri kami adalah aktivis organisasi siswa dan mahasiswa.

(ii)           Contoh: putri kami yang pertama sangat luar biasa sibuk. Ketika masih kuliah, dia sering pergi keluar kota untuk membantu mencarikan tempat praktik kerja lapangan untuk teman-temannya. Dengan penuh semangat dia meyakinkan semua manajer pabrik atau kantor agar menerima teman-temannya praktik lapangan dengan mendapatkan uang saku juga.

(iii)          Dia lulus tahun 2007 dan langsung bekerja.

(iv)         Dia melakukan apa yang kami nasihati sehingga kadang-kadang kami harus mengantarnya ke mana-nana pada hari Sabtu dan Minggu untuk negosiasi tentang calon-calon lokasi cabang baru perusahaannya;

(v)          Waktu itu, usianya baru 22 tahun tetapi sudah memimpin sekitar 300 orang personalia operasional karena puluhan orang di antaranya adalah orang-orang yang dibawa masuk kerja atas permintaan bosnya;

(vi)         Datangnya buah-buah manis yang tidak diperkirakan:

(a)  Ketika baru kerja selama sekitar 6 bulan, suami isteri pemilik perusahaannya datang ke rumah kami;

(b)  Di depan keluarga kami, sang isteri memeluk putri kami itu (bernama C) dan lalu memeluk isteri saya juga sambil mengucapkan banyak terima kasih karena semua pegawai di perusahaan mereka bekerja dengan semangat berkat dorongan dan teladan putri kami;

(c)  Mereka berkata bahwa itu semua pasti hasil didikan orangtua C.

(d)  Mereka sudah tahu cara kami mendidik anak;

(e)  Ketika C menikah di sebuah restoran, kami dan pihak besan hanya mengeluarkan sekita 350 lembar undangan. Tetapi, jumlah tamu adalah sekitar 1.600 orang. Pihak restoran pun dengan tulus mengijinkan kami memakai restorannya lebih dari 4 jam.

(f)   Setelah usai resepsi pernikahan, masih ada lebih dari 300 orang tamu duduk-duduk dll menunggu kami untuk bertanya apa resep pendidikan untuk anak-anak kami karena mereka merasakan sendiri bahwa semua putri kami ramah tamah dengan murni, senyum yang tulus, yaitu dari hati yang paling dalam. Kami beritahu mereka semua tentang apa-apa yang kami tulis di atas.

 

D.   Kesimpulan

1.    Setiap pegawai, baik sopir, satpam, koki, pelayan dll, apalgi manajer ke atas, punya peluang besar sekali untuk membantu mengurangi kemiskinan dan pengangguran dengan bekerja seperti putri-putri kami.

2.    Sebaiknya kita selalu berpikir apa yang dapat kita lakukan untuk negeri tercinta ini, tidak sebaliknya.

3.    Kita lebih baik menjadi pemberi daripada penerima.

4.    Bangsa kita akan terkenal sebagai bangsa yang rajin dan dapat dipercaya oleh bangsa lain, termasuk investor asing.

5.    Hasil akhir: kemakmuran dan nama harum bagi setiap orang Indonesia. Contoh: jika kita berkunjung ke Jepang, orang Jepang yang tahu Indonesia mungkin langsung bilang: Oh anda dari Indonesia yang rajin itu yah, bukan sebaliknya: oh anda dari Indonesia yang penuh kemiskinan dan banyak utang luar negerinya yah.

 

*SEMOGA BERMANFAAT*