lijusu news

 

 

education

 

careers

 

 economy

 

health

 

 finance

 

interviews

 

 news

 

science-

tech

 

bimbingan

usaha

peluang usaha 

Kecerdasan seseorang kadang-kadang tidak terlihat selama usia dini

Oleh Bayu S., 8 Maret 2019

1.       Charles Darwin dan bukti salah satu kelemahan tes IQ

Di bagian Pendahuluan buku  “The Origin of Species” (1859), James Wallace, ilmuwan besar Inggeris yang juga teman baik Charles Robert Darwin, yang lebih dikenal sebagai Charles Darwin, menulis bahwa Charles Darwin pada masa mudanya tidak menunjukkan kemungkinan bahwa ia akan menjadi ilmuwan yang revolusioner nantinya. Di SMU Shrewbury, Inggeris, dia secara relatif tidak berbeda dari murid-murid lainnya. Lalu, dia dikirim oleh ayahnya, yang seorang dokter kaya raya,  ke Universitas Edinburg untuk belajar ilmu kedokteran. Tetapi, kemajuan akademisnya tidak seperti yang diharapkan oleh ayahnya karena ia terlihat “mengambang” sehingga dua tahun kemudian ayahnya memindahkannya ke Universitas Cambridge untuk belajar teologi Gereja Inggeris. Tetapi, pada saat itu Charles Darwin kelihatan lebih melakat pada olahraga lapangan daripada kuliah teologinya.

Namun, selama di Universitas Edinburg, Charles Darwin adalah anggota The Plinian Society (Himpunan Plinia) yang dipimpin oleh para mahasiswa/-i. Di himpunan yang sering mengadakan debat yang radikal tentang materialism (falsafah bahwa benda atau materi adalah realita satu-satunya), dia sangat dipengaruhi oleh Robert Grant, seorang pemikir aliran evolusi dan ahli hewan laut tanpa tulang belakang (invertebrate), yang Charles Darwin dampingi selama kunjungan-kunjungan lapangan dan meniru kegiatan Robert Grant melalui penelitian maupun pengamatan coba-coba awal tentang spons.

Catatan: Himpunan itu akhirnya tutup pada tahun 1841 (www.en.wikipedia.org/wiki/Plinian_Society).

Majalah National Geographic (May 2017:42) juga melaporkan bahwa Charles Darwin ingat bahwa dia dipandang “sebagai bocah yang sangat biasa, agak di bawah standar umum kecerdasan.” Tetapi, ketika dewasa, dia menyelesaikan misteri tentang bagaimana keaneka-ragaman makhluk hidup yang indah ini terjadi. 

Jadi, terobosan-terobosan ilmiah seperti teori evolusi Darwin melalui seleksi alamiah tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya kreativitis, yaitu salah satu jenis kejeniusan yang tidak dapat diukur oleh tes IQ buatan Lewis Terman itu.

2        Albert Einstein tidak bisa bicara dengan lancar sampai umur 9 tahun

Di halaman 27 buku tentang Albert Einstein: The Life and Times (1971, 1984), Ronald W. Clark menulis bahwa Einstein tidak memperlihatkan adanya kejeniusan yang “tertidur.” Contoh: dia belum bisa bicara lancar bahkan sampai usia 9 tahun!!! Orangtuanya takut bahwa dia adalah anak di bawah normal.

Di halaman yang sama, Clark juga menulis bahwa Leonardo da Vinci, Hans Christian Andersen, Einstein dan Bohr adalah pria-pria super yang telah melewati hambatan penyakit disleksia (penyakit/gangguan perkembangan seseorang yang dapat menyebabkan kesulitan belajar dalam satu bidang atau lebih bidang baca, tulis atau hitungan/angka).”

Di keluarga Einstein, ada legenda sebagai berikut: Hermann Einstein, ayah Albert Einstein, pernah bertanya kepada kepala sekolah putranya tentang profesi apa yang sebaiknya dijalani oleh Albert Einstein, jawaban kepala sekolah itu adalah hanyalah,” Tidak ada artinya; dia tidak akan pernah sukses dalam hal apa pun.” (IST)