PERJANJIAN SEWA TANAH & BANGUNAN  Lease Agreement

A. ENGLISH

ARTICLE I: LIENS

1.1              Lien Claims

.  Tenant shall not do any act which shall in any way encumber the title in and to the Leased Property, nor shall any interest or estate in the Leased Property be in any way subject to any claim by way of lien or encumbrance, whether by operation of law or by virtue of any express or implied contract by Tenant.  Any claim to or lien upon the Leased Property arising from any act or omission of Tenant shall accrue only against the leasehold estate of Tenant and shall in all respects be subject and subordinate to the paramount title and rights of Landlord in and to the Leased Property.  Tenant will not permit the Leased Property to become subject to any lien, including, but not limited to, mechanics’, laborers’ or materialmen’s lien on account of labor or material furnished to Tenant or claimed to have been furnished to Tenant in connection with work of any character performed or claimed to have been performed on the Leased Property; provided, however that Tenant shall have the right to contest in good faith and with reasonable diligence, the validity of any such lien or claimed lien, as long as such liens are removed by bond or are otherwise managed to the reasonable satisfaction of Landlord.

1.2              Right to Cure

.  If Tenant shall fail to contest the validity of any lien or claimed lien, or shall fail to prosecute such contest with diligence, then Landlord may, at its election (but shall not be so required) remove or discharge such lien or claim for lien (with the right, in its discretion, to settle or compromise the same), and any amounts advanced by Landlord, including reasonable attorneys’ fees, for such purposes shall be Additional Rent due from Tenant to Landlord on demand.  

                                                                                                                                                                        ARTICLE XI.   DEFAULT AND REMEDIES

11.1              Events of Default

.  Tenant agrees that the occurrence of any one or more of the following events shall be considered an “Event of Default” as said term is used herein:

(A)             Tenant shall file an answer admitting the material allegations of a petition filed against Tenant in any bankruptcy, reorganization or insolvency proceeding or under any laws relating to the relief of debtors, readjustment or indebtedness, reorganization, arrangements, composition or extension; or

(B)              Tenant shall make any assignment for the benefit of creditors or shall apply for or consent to the appointment of a receiver, trustee or liquidator of Tenant, or all of the assets of Tenant; or

INDONESIAN TRANSLATION

PASAL I: HAK GADAI

1.1     Tuntutan karena Lien (Hak Gadai; hak atau kepentingan sah yang dimiliki oleh pemberi pinjaman pada harta-benda pihak lain, biasanya sampai dilunasinya suatu utang).

          

           Penyewa tidak boleh melakukan tindakan apa pun yang dengan cara apa pun akan mengikat kepemilikan pada dan terhadap Properti Sewa dan kepentingan atau hak apa pun dalam Properti Sewa tidak boleh dengan cara apa pun terkena suatu tuntutan karena lien atau pengikatan, baik berdasarkan penerapan keputusan hakim atau karena perikatan apa pun yang tegas atau tersirat oleh Penyewa. Tuntutan atau lien atas Properti Sewa yang timbul dari suatu tindakan atau kealpaan Penyewa akan timbul hanya terhadap hak sewa Penyewa dan dalam segala hal tunduk serta berada di bawah hak  atau alas hak tertinggi Pemilik pada dan terhadap Properti Sewa. Penyewa tidak akan mengijinkan Properti Sewa menjadi terkena suatu lien, yang mencakup tetapi tidak terbatas pada lien montir, buruh atau pekerja bahan karena tenaga kerja atau bahan yang diberikan kepada Penyewa atau dinyatakan telah diberikan kepada Penyewa sehubungan dengan pekerjaan yang bersifat apa pun yang dilaksanakan atau dinyatakan telah dilaksanakan di Properti Sewa, namun, dengan syarat bahwa Penyewa akan memilki hak untuk secara jujur dan dengan cukup tekun mempertentangkan keabsahan lien atau lien yang dinyatakan tersebut sepanjang lien tersebut dicabut berdasarkan jaminan atau secara lain dikelola sampai Pemilik cukup puas.

 

1.2        Hak untuk Memperbaiki

          

           Jika Penyewa lalai mempertentangkan keabsahan suatu lien atau lien yang dinyatakan atau lalai menuntut pertentangan itu dengan tekun, Pemilik atas pilihannya sendiri (tetapi tidak diwajibkan secara demikian) dapat mencabut atau melunasi lien atau tuntutan untuk mendapatkan lien tersebut (dengan hak untuk menyelesaikan atau mengkompromikannya dengan kebijakannya sendiri) dan segala uang yang dipinjamkan oleh Pemilik, yang mencakup uang jasa pengacara yang wajar, untuk tujuan-tujuan tersebut akan merupakan Uang Sewa Tambahan yang jatuh tempo dari Penyewa kepada Pemilik begitu ditagih.

 

PASAL XI: KELALAIAN DAN REMEDI

 

11.1    Peristiwa Kelalaian.

          

            Penyewa setuju bahwa terjadinya salah satu atau lebih di antara peristiwa yang berikut ini akan dianggap sebagai Peristiwa Kelalaian sebagaimana istilah tersebut dipakai dalam Perjanjian ini:

(A)       Penyewa mengajukan sebuah jawaban sehingga mengakui dugaan keras penting yang disebutkan di suatu  permohonan yang diajukan terhadap Penyewa dalam acara hukum kepailitan, reorganisasi atau ketidakmampuan membayar utang atau berdasarkan hukum apa pun yang terkait dengan pertolongan kepada debitur, penyesuaian kembali atau utang, reorganisasi, pengaturan, penyusunan atau perpanjangan; atau

(B)       Penyewa melakukan pengalihan apa pun untuk kepentingan para kreditur atau mohon persetujuan untuk pengangkatan seorang kurator, wali amanat atau likuidatur Penyewa, atau semua kekayaan Penyewa; atau