lijusu news

 

education

 careers

 

 economy

 health

 

 finance

 interviews

 

 news

 science-tech

 

bimbingan usaha

Peluang usaha 

 

Manfaat Kebun Sawit: 10 juta ha serap 250 juta ton CO2/tahun

Oleh Tjan Sie Tek, 26 Mei 2019

Sumbangan Kebun Sawit untuk Membantu meringankan Efek Global Warming

Untuk melakukan fotosintesa, pohon sawit dapat menyerap 25 metrik ton CO2 /ha/ tahun sehingga 10 juta ha kebun sawit akan menyerap 250 juta MT CO2/tahun dari udara sekitarnya, suatu kontribusi luar biasa besar dalam penyerapan CO2 untuk memenuhi komitmen Indonesia dalam mengurangi pemanasan sedunia. Proses fotosintesa juga diketahui menghasilkan produk tambahan berupa O2 yang menyejukkan lingkungan.

Energi Alkohol dari Kebun Sawit 2 kali Energi Alkohol Kebun Tebu, 10 kali Kedelai/ha

Pada 1983 James A. Duke, Ph.D., salah seorang profesional terkenal di Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), ditugaskan oleh Pusat Energi Pertanian Bagian Utara USDA untuk menyusun laporan perbandingan yang netral tentang 200 jenis tanaman penghasil energy terbarukan yang tumbuh di negeri-negeri berkembang (CRC Handbook of Agricultural Energy Potential of Developing Countries, 1987). Di buku Secrets of the Soil (1998), dia memuji kelapa sawit sebagai salah satu sumber energy terbarukan organic yang paling produktif.

Berdasarkan produksi/ha, salah satu varitasnya dapat menghasilkan energy alcohol sebanyak 2 kali energy yang dihasilkan oleh pohon tebu, atau 10 kali energi yang dihasilkan oleh kedelai. Sawit dapat tumbuh di tanah terdegradasi, tadah hujan, rawa dsb yang biasanya sulit ditumbuhi oleh tanaman ekonomi lainnya. Juga kebal terhadap air asin walaupun terkena pasang surut 2 kali sehari.

(Sumber: koleksi foto pribadi, pohon sawit muda; semakin besar, akan menyerap semakin banyak CO2)

Tingkatkan Produksi TBS Sawit dengan Teknologi yang ramah lingkungan

Untuk meningkatkan produksi TBS sawit per ha secara intensif dan berkelanjutan, penting sekali memakai teknologi yang ramah lingkungan, misalnya dengan menyuburkan atau menyehatkan tanahnya secara alami sehingga produksi bisa naik sd 40%. Tanah yang subur dan sehat membantu menyerap banyak air hujan sehingga membantu menghindarkan banjir, mengurangi erosi dan pencucian (leaching), menurunkan suhu udara dan mencegah kebakaran selama musim panas. Pohon-pohon yang tumbuh di atas tanah itu lebih tahan terhadap musim panas. Teknologi ini sudah lama tersedia di mana-mana di negeri kita. (sumber: kompasiana.com/tjansietek)