Peluang Ekspor Produk Pertanian ke China

27 November 2016

 

Australia mengekspor bermacam-macam daging, susu, buah dll ke China

Kisah nikmat dari Australia:

Saat ini China, yang berpenduduk sekitar 1,37 miliar orang, adalah mitra dagang terbesar Australia. Australia hanyalah salah satu dari 123 buah negeri di mana China merupakan mitra dagang terbesar mereka. Hampir semua negeri ingin mengekspor produk pertanian mereka dll ke China. Australia sudah punya perjanjian perdagangan bebas dengan China sejak akhir 2015. Contoh hasil perjanjian itu: Tarif impor buah mangga turun dari 15% menjadi 9%. Mulai tahun 2019, tidak akan ada tariff impor lagi.    

Selama 2015-2016, setiap tahun Australia mengekspor produk-produk pertanian sekitar AUD 12 miliar (IDR 120 triliun) ke China. Australia yakin akan dapat mengekspor jauh lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang.

Kelas menengah atas China suka barang impor dan siap membayar mahal. Contoh: wagyu steak yang dijual di Shanghai sekitar AUD 200 (sekitar Rp 2 juta) per kg, susu segar AUD 10 per liter, satu kotak jeruk honey-murcott mandarin @ 4 butir seharga AUD 15, sebutir buah mangga besar Australia AUD 12.

Contoh nilai ekspor: Untuk tahun ini, sd September, nilai ekspor buah sitrus Australia saja telah mencapai AUD 68 juta (sekitar Rp 680 miliar). Alex Deng, seorang eksekutif importir jeruk di Shanghai berkata:

Reputasi jeruk Australia tidak ada saingannya. Tahun ini (sd September 2016) kami sudah impor 90 kontener jeruk Australia. Gavin Shi, rekan Alex, berkata: Jeruk Australia jauh lebih manis daripada yang lain. Setelah musim sitrus lewat, mereka akan impor buah cherry dari Australia.

Australia juga mengekspor  kacang jenis macadamia dan pecan (yang masih dalam kulit). Orang China suka sekali menjadikannya sebagai snack karena lezatnya. Australia diperkirakan akan mengekspor sekitar 30% dari panen macadamia total 46.000 ton ke Asia selama musim panen tahun ini saja.

Penting: Salah satu pasar grosir buah-buahan di Shanghai : Huizhan.

Ada seorang Australia yang menjadi konsultan bisnis di Shanghai: Michael Wadley. Para petani alpukat Australia juga sedang berusaha masuk ke pasar China.  

 

Kesulitan masuk ke pasar China: China adalah negeri yang luas sekali dan terdiri atas 37 buah provinsi dan wilayah. Tiga buah provinsinya yang kaya masing-masing sudah punya GDP di atas USD 1 triliun (di atas Indonesia): Guangdong, Jiangsu, Shandong. Mereka serius dengan keamanan dan kesehatan makanan.

Saingan Australia: Chili dan Meksiko sudah mulai mengekspor: alpukat dll.

 

(Sumber sebagian: BBC Rural, 25 Oktober 2016.)

 

Semoga bermanfaat.


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/tjansietek/peluang-besar-ekspor-produk-pertanian-ke-china_583a5dd0ed92731c051e6105