t  
 

Tjan & Partners1978

Sworn Translators

 
 
           

 

education

 

careers 

 

economy

 

health

 

finance

 

interviews

 

news

 

science-

tech

 

travel

 

sworn

translators

 

Science

Terbongkar: Skandal terbesar penerimaan mahasiswa di AS: 50 orang

selebritis Hollywood, actor, aktris hartawan, profesor,

pelatih olahraga dll digugat oleh para jaksa pemerintah AS.

Oleh Indra S.T, 13 Maret 2019

New York Times (NYT) hari ini memberitakan bahwa kemarin (Selasa) bahwa para jaksa di enam negeri bagian AS mengajukan gugatan pidana penipuan dan persekongkolan terhadap 33 orang AS: actor dan aktris film, dokter, professor, investor, pemilik perusahaan besar dll karena telah menyuap dan menyogok serta bersekongkol dengan para pelatih olahraga untuk membuat surat-surat keterangan dan sertifikat palsu tentang prestasi dan kegiatan olahraga anak-anak 33 orang tajir itu. Selain itu, para jaksa AS itu juga menggugat sejumlah pengawas ujian masuk dan joki yang bersekongkol dengan 33 orang itu agar anak-anak mereka  lolos ujian masuk universitas-universitas paling top di AS.  Biangnya yang juga digugat: WS, pemilik perusahaan persiapan masuk perguruan tinggi yang mengatur skandal itu. Dia diduga telah menerima sekitar USD 25 juta (Rp 355 miliar) antara tahun 2011 dan Februari 2019.

Menurut NYT, contoh persekokonglan dan penipuan:

1.   1. Seorang gadis remaja yang tidak pernah bermain soccer (sepak bola gaya AS) secara ajaib menjadi seorang bintang tim soccer di sebuah universitas top. Biaya yang dikeluarkan oleh ortunya: USD 1,2 juta (sekitar Rp 17 miliar).

2.   2. Seorang siswa SMU yang sangat ingin mendaftarkan diri di sebuah universitas top lainnya dipalsukan datanya sehingga ia dianggap mengalami kesulitan atau gangguan belajar sedemikian rupa sehingga dia dapat mengikuti uji standar bersama-sama dengan seorang pengawas ujian yang merangkap kaki-tangan ortunya yang akan memastikan bahwa siswa itu mendapatkan angka yang tepat. Biaya yang dikeluarkan oleh ortunya: USD 50.000.  

3.   3. Seorang siswa lainnya yang tanpa pengalaman mendayung perahu sama sekali mendapatkan kursi di tim dayung universitas top  setelah sebuah foto orang lain yang sedang ada di sebuah perahu diajukan sebagai salah satu bukti “keahlian siswa itu.” Biaya: USD 200.000 (Rp 2,84 miliar) yang ditransfer ke sebuah rekening khusus.

Skandal itu adalah gugatan terbesar yang pernah diajukan oleh Departemen Kehakiman AS tentang penerimaan mahasiswa/-i baru di perguruan tinggi AS. Penyelidikan  itu luas sekali sehingga melibatkan 200 orang agen/detektif/petugas hukum pemerintah federal AS.

“Orang-orang tua itu adalah para penggerak utama penipuan ini, “ kata Andrew E. Leiting, pengacara pemerintah AS untuk Daerah Massachusetts.

Semoga hal ini tidak terjadi di Indonesia. (IST) 

Kecerdasan orang kadang tidak terlihat selama usia dini

Oleh Bayu S., 8 Maret 2019

1.   Charles Darwin dan bukti salah satu kelemahan tes IQ

Di bagian Pendahuluan buku  “The Origin of Species” (1859), James Wallace, ilmuwan besar Inggeris yang juga teman baik Charles Robert Darwin, yang lebih dikenal sebagai Charles Darwin, menulis bahwa Charles Darwin pada masa mudanya tidak menunjukkan kemungkinan bahwa ia akan menjadi ilmuwan yang revolusioner nantinya. Di SMU Shrewbury, Inggeris, dia secara relatif tidak berbeda dari murid-murid lainnya. Lalu, dia dikirim oleh ayahnya, yang seorang dokter kaya raya,  ke Universitas Edinburg untuk belajar ilmu kedokteran. Tetapi, kemajuan akademisnya tidak seperti yang diharapkan oleh ayahnya karena ia terlihat “mengambang” sehingga dua tahun kemudian ayahnya memindahkannya ke Universitas Cambridge untuk belajar teologi Gereja Inggeris. Tetapi, pada saat itu Charles Darwin kelihatan lebih melakat pada olahraga lapangan daripada kuliah teologinya.

Namun, selama di Universitas Edinburg, Charles Darwin adalah anggota The Plinian Society (Himpunan Plinia) yang dipimpin oleh para mahasiswa/-i. Di himpunan yang sering mengadakan debat yang radikal tentang materialism (falsafah bahwa benda atau materi adalah realita satu-satunya), dia sangat dipengaruhi oleh Robert Grant, seorang pemikir aliran evolusi dan ahli hewan laut tanpa tulang belakang (invertebrate), yang Charles Darwin dampingi selama kunjungan-kunjungan lapangan dan meniru kegiatan Robert Grant melalui penelitian maupun pengamatan coba-coba awal tentang spons.

Catatan: Himpunan itu akhirnya tutup pada tahun 1841 (www.en.wikipedia.org/wiki/Plinian_Society).

Majalah National Geographic (May 2017:42) juga melaporkan bahwa Charles Darwin ingat bahwa dia dipandang “sebagai bocah yang sangat biasa, agak di bawah standar umum kecerdasan.” Tetapi, ketika dewasa, dia menyelesaikan misteri tentang bagaimana keaneka-ragaman makhluk hidup yang indah ini terjadi. 

Jadi, terobosan-terobosan ilmiah seperti teori evolusi Darwin melalui seleksi alamiah tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya kreativitis, yaitu salah satu jenis kejeniusan yang tidak dapat diukur oleh tes IQ buatan Lewis Terman itu.

2. Albert Einstein tidak bisa bicara dengan lancar sampai umur 9 tahun

Di halaman 27 buku tentang Albert Einstein: The Life and Times (1971, 1984), Ronald W. Clark menulis bahwa Einstein tidak memperlihatkan adanya kejeniusan yang “tertidur.” Contoh: dia belum bisa bicara lancar bahkan sampai usia 9 tahun!!! Orangtuanya takut bahwa dia adalah anak di bawah normal.

Di halaman yang sama, Clark juga menulis bahwa Leonardo da Vinci, Hans Christian Andersen, Einstein dan Bohr adalah pria-pria super yang telah melewati hambatan penyakit disleksia (penyakit/gangguan perkembangan seseorang yang dapat menyebabkan kesulitan belajar dalam satu bidang atau lebih bidang baca, tulis atau numerasi).”

Di keluarga Einstein, ada legenda sebagai berikut: Hermann Einstein, ayah Albert Einstein, pernah bertanya kepada kepala sekolah putranya tentang profesi apa yang sebaiknya dijalani oleh Albert Einstein, jawaban kepala sekolah itu adalah hanyalah,” Tidak ada artinya; dia tidak akan pernah sukses dalam hal apa pun.” (IST)

Otak kita adalah pembelajar, selalu mengubah dirinya dan tidak pernah beristirahat

oleh Tjan Sie Tek, 7 Maret  2019

Majalah National Geographic (A User's Guide, revised and updated, 2018:21: the learning brain) melaporkan bahwa otak kita terus-menerus menyusun ulang atau mengubah jaringan kerja dirinya, untuk menjadi organ yang secara fisik berbeda dari apa dirinya pada saat sebelumnya. Karena tidak pernah beristirahat, ia mengolah dengan cepat dan terus-menerus pengalaman-pengalaman baru kita setiap hari sehingga menggabungkannya ke dalam jaringan kerja penyimpanan informasinya dan mengenyampingkan informasi yang lain. Pembentukan ingatan-ingatan menghasilkan identitas pribadi dan sosial. Ketika penyakit dan kekacauan merampas kemampuan mengingat dan bahasa kita dari otak, kedua hal itu menghilangkan apa yang menjadikan setiap orang unik.

1. Seperlima (1/5) darah kita dikhususkan untuk memasok otak kita

Majalah itu (halaman 17) juga melaporkan bahwa 1/5 darah kita dikhususkan untuk memasok otak kita.

2. Emosi seringkali mengalahkan logika

kompasiana-1-5aae39275e1373159e6b7502.jpg

Di bukunya yang berjudul The Chimp Paradox (2011:17), Dr. Steve Peters, profesor psikiatri dan dekan Program S1 Ilmu Kedokteran di Universitas Sheffield, Inggeris, menulis bahwa apa pun yang sedang kita lakukan, logika dan emosi kita menafsirkan apa yang sedang terjadi dan membuat pendapat tentang apa yang seharusnya kita lakukan. Kadang-kadang kedua-duanya sepaham sehingga tidak ada masalah. Tetapi, seringkali tidak demikian. Ketika logika tidak sepaham dengan emosi, emosilah yang paling kuat dan, karena itu, emosi mengendalikan pikiran dan juga tindakan kita. Namun, jika kita menyadari apa yang sedang terjadi dan memiliki strategi untuk mengelolanya, kita akan dapat mengendalikan emosi kita dan kemudian dapat bertindak secara logis.

Meditasi mengubah Arsitektur Otak dan Perilaku kita

 Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan bahwa pemusatan pikiran pada satu objek, atau meditasi, terbukti mengubah arsitektur otak dan perilaku kita jika dilakukan secara rutin dalam waktu tertentu. Selebihnya

Manfaat Olahraga sebelum belajar Bahasa Asing dll

 Hasil penelitian bersama universitas dari Italia dan China membuktikan manfaat berolahraga sekitar 15 sebelum belajar bahasa kedua atau asing, antara lain, bertambahnya daya tangkap dan ingat pelajar. selebihnya
 

 

Comment on this article

 Back  to top

 

Technology

 

  Bimbingan usaha

 

      Peluang Usaha

 

  Society

 

About us

 

 

 

 
 

 

Copyright (c) @ 2019 www.lijusu.com All rights reserved.

Design by Company Webmaster