education

 

careers

 

 

economy

 

health

 

finance

 

interviews

 

news      

 

science-

 

tech

 

Society & Culture

China, pemimpin keselamatan di bidang penerbangan sedunia

Oleh Tjan Sie Tek, 18 Maret 2019

Pemerintah China adalah  yang pertama di dunia dalam larangan terbang (grounding) pesawat Boeing 737 Max 8. Perusahaan-perusahaan penerbangan China memiliki total 96 buah pesawat jenis itu, nomor 1 terbanyak di dunia melebihi AS yang mengoperasikan 74 buah (www.cnbc.com, 13 Maret 2019). Jumlah keseluruhan pesawat Boeign 737 Max 8 adalah sekitar 350 dan jika ditambah dengan Boeign 737 Max 9 yang beroperasi di dunia: 371. (www.chicagotribune.com, 13 maret 2019).

Tindakan itu diambil kurang dari 20 jam setelah jatuhnya pesawat jenis itu yang diperasikan oleh Ethiopian Airlines, perusahaan penerbangan terbesar di Afrika. Sekarang puluhan negeri, Indonesia, Perancis, dan AS, sudah melarang terbang pesawat jenis itu. Selebihnya

Anak-Anak kecil belajar Shaolin Kung Fu: silakan click link ini: https://www.youtube.com/watch?

 

Anak-anak dan remaja belajar kung fu:

Silakan click link ini: https://www.youtube.com/wa

tch?v=9ZfwF1ue8fI

Belajar Cara Hidup & Bisnis Unik dari Steve Jobs, mantan pendiri & CEO Apple Computer & Pixar Animation Studios, AS

oleh Safriansyah, diambil dari pidato Steve Jobs di acara wisuda Universitas Stanford, AS, 12 Juni 2005 , Fortune 5 September 2005

Steve Jobs DO dari Reed College setelah semester pertama tetapi tetap ikut mengikuti mata-mata kuliah yang ia sukai dengan status drop-in (mampir mendadak) selama sekitar 18 bulan sebelum benar-benar keluar.

Latar belakang & penyebab DO menurut perkataan Steve Jobs sendiri:

Ibu kandung saya adalah mahasiswi S2 muda yang hamil di luar nikah.  Ibu saya bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh lulusan universitas. Maka, saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak sejak lahir oleh  seorang pengacara dan isterinya. Sayangnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena mereka sebenarnya ingin bayi perempuan. Maka, orangtua saya yang sekarang, yang pada saat itu ada di daftar tunggu, mendapatkan telepon di tengah malam dari seseorang yang bertanya,” Kami punya bayi laki-laki yang tidak diperkirakan. Apakah anda berminat?” Mereka menjawab,”Tentu saja.” Lalu, ibu kandung saya mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan belum tamat SMU. Dia menolak menandatangani dokumen-dokumen adopsi yang final. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian setelah orangtua saya “berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.”

Selebihnya

Terbongkar: Skandal terbesar penerimaan

mahasiswa di AS: 50 orang selebritis Hollywood,

actor, aktris, hartawan, profesor, pelatih olahraga

dll digugat oleh para jaksa pemerintah AS.

Oleh Indra S.T, 13 Maret 2019

New York Times (NYT) hari ini memberitakan bahwa kemarin (Selasa) bahwa para jaksa di enam negeri bagian AS mengajukan gugatan pidana penipuan dan persekongkolan terhadap 33 orang AS: actor dan aktris film, dokter, professor, investor, pemilik perusahaan besar dll karena telah menyuap dan menyogok serta bersekongkol dengan para pelatih olahraga untuk membuat surat-surat keterangan dan sertifikat palsu tentang prestasi dan kegiatan olahraga anak-anak 33 orang tajir itu. Selain itu, para jaksa AS itu juga menggugat sejumlah pengawas ujian masuk dan joki yang bersekongkol dengan 33 orang itu agar anak-anak mereka  lolos ujian masuk universitas-universitas paling top di AS.  Biangnya yang juga digugat: WS, pemilik perusahaan persiapan masuk perguruan tinggi yang mengatur skandal itu. Dia diduga telah menerima sekitar USD 25 juta (Rp 355 miliar) antara tahun 2011 dan Februari 2. Selebihnya19.

 

Indonesia yang sedang beruntung

1.    1. Lembaga-lembaga negara bekerja sama dengan harmonis

Indonesia adalah salah satu negeri yang paling beruntung, terutama selama 5 tahun terakhir ini. Keberuntungan itu terlihat dari kerja sama yang baik di antara lembaga-lembaga negara. Dalam bidang ekonomi, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI), sebagai dua lembaga penentu utama nasib ekonomi dan nilai rupiah terlihat harmonis dan bekerja sama sangat erat. Misalnya, selama tahun 2018, ketika the Fed (bank sentral defakto AS) menaikkan suku bunga jangka pendek untuk dananya, BI secara proaktif menaikkan suku bunga pinjaman jangka pendeknya bahkan sebelum the Fed melakukan yang sama untuk menjaga kurs IDR/USD. Pemerintah mengimbanginya dengan melakukan berbagai macam upaya untuk juga menjaga kurs tersebut, antara lain, dengan mengurangi impor barang-barang konsumsi dll yang tidak terlalu penting.

Di negeri lain, misalnya, India, pemerintah dan bank sentralnya saling bertentangan. Misalnya, untuk mendorong ekonomi, pemerintah India minta bank sentral India (RBI) menahan atau bahkan menurunkan suku bunga acuannya, yang jika dilakukan akan menjadikan kurs rupee terhadap USD dll turun. Tetapi, RBI memilih langkah yang dipuji oleh banyak ekonom dan analis, yaitu  menaikkan repo rate-nya (suku bunga repo, yaitu suku bunga yang dikenakan oleh RBI kepada bank-bank yang meminjam uang darinya), yaitu dari 6% menjadi 6,25% pada Juni 2018, yang pertama selama 41/2 tahun terakhir sd bulan tersebut, untuk membantu menjaga atau bahkan menaikkan kurs rupee terhadap USD. Merasa tidak cukup, pada 27 Agustus 2018, RBI menaikkannya lagi sehingga menjadi 6,5%.

Karena terus-menerus ditekan oleh pemerintah India, akhirnya Urjit Patel, gubernur ke-24 RBI mundur secara tiba-tiba pada 9 Desember 2018. Itu kejadian langka di India padahal gubernur bank sentral negeri itu memiliki masa jabatan 3 tahun saja. Langkah itu dinilai oleh para pelaku ekonomi dan keuangan dunia akan merongrong keyakinan pada ekonomi India dan menjatuhkan kurs rupee.

Di Turki juga terjadi yang mirip: pemerintahnya ingin suku bunga acuan bank sentralnya tetap atau bahkan diturunkan, yang jika dilakukan akan mengakibatkan kurs lira terhadap USD dll semakin turun. Tetapi, bank sentralnya memilih menaikkan suku bunga tersebut dari 17,75% menjadi 24% pada 13 September 2018 untuk menaikkan kurs lira tersebut. Salah satu hasilnya adalah kurs lira langsung naik 5% padahal sejak 1 Januari sd 12 September 2018, kurs lira sudah turun sekitar 40% terhadap USD.

Pentingnya independensi Bank Sentral

Pada akhir Oktober 2018, Viral Acharya, deputi gubernur RBI, berkata," Cepat atau lambat pemerintahan-pemerintahan yang tidak menghormati independensi bank sentralnya akan menimbulkan kemarahan besar pasar keuangan, memicu kebakaran ekonomi dan juga akan menyesali hari di mana mereka telah merongrong lembaga pengatur yang sangat penting ini."

2. Inflasi rendah di Indonesia

Selama 2018, laju inflasi barang-barang konsumsi hanya 3,18%. Salah satu hasilnya adalah orang-orang yang menyimpan uang di bank atau membeli obligasi negara, terutama yang bertenor 10 tahun, masih menikmati imbal hasil (yield) bersih sekitar 5% per tahun, jauh lebih tinggi daripada yang diberikan oleh obligasi negara Filipina, yaitu hanya 2% per  tahun.

3. Keadaan social dan politik di Indonesia kondusif

Untuk kali pertama dalam sejarahnya, Indonesia akan melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden dan legislator tingkat pusat secara berbarengan di seluruh negeri (yg terbagi menjadi 80 Dapil). Selain itu, di daerah tingkat satu dan dua, rakyat akan memilih 5 calon sekaligus: pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR Pusat, DPRD tingkat 1 dan 2 serta DPD.

Masa kampanye sudah berlangsung hampir 6 bulan (sejak 23 September 2018) dan tidak ada masalah.

Hal itu berkontribusi positif yang sangat besar pada pertumbuhan ekonomi, nilai kurs rupiah, aliran modal masuk, perdagangan dll. Hal itu juga semakin mematangkan kehidupan demokrasi di Indonesia.

4. Indonesia tidak punya cukup  masalah utang

Pada 4 Desember 2018, Bloomberg menerbitkan artikel yang berjudul: Indonesia's Debt Problem? There isn't enough of it, Masalah Utang Indonesia? Tidak ada cukup masalahnya)

Bank-bank besar di Indonesia, misalnya Bank Mandiri, BCA dan BRI, tergolong bank yang paling bermodal terbaik di dunia. Rasio pendanaan berbanding modal sendiri mereka berkisar 5,5 sampai 7. Rasio tersebut untuk sebagian besar bank di China, India, Brazil dan Afrika Selatan berkisar antara 11 dan 15.

Berita ini semakin menaikkan pamor Indonesia dan nilai rupiah di dunia karena kesehatan system perbankan adalah salah satu barometer kesehatan ekonomi yang bersangkutan, apalagi negeri berkembang.

 oleh Indra S.T., dikutip dari dari kompasiana.com/tjansietek/Rupiah & Obligasi RI semakin kuat

Utang mahasiswa/-i AS semakin menggunung dan  tunggakannya mencapai USD 166 miliar (IDR 2.324 triliun)

oleh Indra S.T. 

Per akhir 2018, utang sekitar 44,2 juta orang mahasiswa/-i (student loans) di AS sudah mendekati USD 1,46 triliun (IDR 20.440 triliun), terbesar sepanjang sejarah AS dan kemungkinan harus dihapus-bukukan, dengan tingkat tunggakan  dan macet antara 7,5% dan 11%.

Jadi, secara rata-rata, setiap mahasiswa/-i AS berutang sekitar USD 33.000 (IDR 462 juta). Karena itu, menurut penelusuran penulis, banyak sekali lulusan perguruan tinggi AS tidak mampu melunasi utang mereka walaupun mereka sudah lulus 5-10 tahun karena gaji mereka hanya naik 2-3% per tahun dan biaya hidup, cicilan mobil, kartu kredit, cicilan kredit rumah atau apartemen mereka semakin tinggi, apalagi selama 2 tahun terakhir ini the Fed (Bank Sentral defakto AS) terus-menerus menaikkan suku bunga dananya. selebihnya

 

Penduduk kota yang kaya juga

 

paling kurang bahagia

 

China, bangsa eksperimen sejak jaman purba

Thailand, the Smiling Nation

Pentingnya Spesialisasi bagi Bangsa, Perusahaan dan Individu

Amerika Serikat (AS), satu-satunya negeri besar yang bisa selesaikan masalahnya sendiri selama ini

Culture

Peran Buddhisme Zen dalam Sukses Bisnis Orang Jepang

 

Kunci Sukses Bisnis Orang Jepang (1): No misu (menjadi normor dua tidak cukup)

Dampak-Besar Sosial-Politik Kurs Rp/U$$ pada Nilai Kekayaan Bangsa kita  

     Pemerkuatan Karakter Buddhis

 

           Rahasia Sukses Pendidikan di

    Singapura, Korea dan Finlandia

 

     Guru yang Humanis, Salah Satu

     Kunci Sukses Pendidikan di Denmark 

 

 

Comment on this article

 Back to top

 

 

Bimbingan Usaha

 

    Peluang Usaha

 

 Technology

 

  Sworn Translators

 

 About us

Columns by

*Tjan Sie Tek

*Bayu S. 

*Rahmat

*Safriyansah

*Yanto Koh

 

 

 

 
 

 

Copyright (c) @ 2019 www.lijusu.com All rights reserved.

Design by Company Webmaster