Columns by

*Tjan Sie Tek

*Bayu S.     *Rahmat

*Safriyansah

*Yanto Koh 

 
 
             

 

education

 

careers 

 

economy

 

health

 

finance

 

interviews

 

news

 

science-

tech

 

bimbingan usaha

 

sworn

translators

 

Travel

New York, kota pertama yang terapkan ERP di  AS

oleh Indra S.T., 1 April 2019

(Sumber: Wall Street Journal, 1 April 2019)

 Kota New York berencana mengenakan "pajak jalan" kepada para pengendara yang memasuki daerah-daerah tertentu yang paling macet di sana, sebagai contoh untuk kota-kota lainnya. Manhattan akan menjadi yang proyek percontohan. Jadi, New York adalah kota pertama di AS yang berbuat demikian. Caranya? Mungkin akan mirip dengan electronic road pricing (ERP) system di Singapura.

China, pemimpin keselamatan di bidang penerbangan sedunia

Oleh Tjan Sie Tek, 18 Maret 2019

Pemerintah China adalah  yang pertama di dunia dalam larangan terbang (grounding) pesawat Boeing 737 Max 8. Perusahaan-perusahaan penerbangan China memiliki total 96 buah pesawat jenis itu, nomor 1 terbanyak di dunia melebihi AS yang mengoperasikan 74 buah (www.cnbc.com, 13 Maret 2019). Jumlah keseluruhan pesawat Boeign 737 Max 8 adalah sekitar 350 dan jika ditambah dengan Boeign 737 Max 9 yang beroperasi di dunia: 371. (www.chicagotribune.com, 13 maret 2019).

Tindakan itu diambil kurang dari 20 jam setelah jatuhnya pesawat jenis itu yang diperasikan oleh Ethiopian Airlines, perusahaan penerbangan terbesar di Afrika. Sekarang puluhan negeri, Indonesia, Perancis, dan AS, sudah melarang terbang pesawat jenis itu.

China memiliki sejumlah perusahaan angkutan udara (airline) yang paling aman di dunia

Menurut The New York Times, 15 Maret 2019, grounding dilakukan sebagai tindakan jaga-jaga dan merupakan tanda komitmen China terhadap keselamatan.

Sekitar 25-30 tahun lalu, bisnis penerbangan di China terkenal penuh risiko kecelakaan sehingga menjadi kelas paria (paling rendah) di dunia.

Sekarang keadaan telah berubah total: China memiliki sejumlah perusahaan penerbangan yang paling aman di dunia, di antaranya China Southern Airlines (terbesar di Asia dalam jumlah pesawat terbang), China Eastern Airlines. Selebihnya

 

  Turisme adalah Peluang Bisnis Besar:

oleh Tjan Sie Tek, 29 April 2017, update: 19 Februari 2019

Data Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) menyebutkan pada 2015 ada 120 juta warga China berwisata di dunia. Selama tahun 2018, jumlahnya naik menjadi 132 juta orang.

Pada awal 2019, CTA (China Tourism Academy) mengumumkan bahwa selama 2017, jumlahnya adalah 129 juta orang. Selama 2018, angkanya adalah 146 juta orang. Untuk tahun 2019, angka itu diperkirakan akan akan naik menjadi sekitar 160 juta orang.

Belanja per Turis China turun

Pada tahun 2017, Ctrip dan CTA menerbitkan laporan bersama mereka bahwa setiap turis China di LN belanja sekitar USD 883. Pada tahun 2018, angka itu turun menjadi USD 758. Walaupun demikian, karena jumlah mereka bertambah, penurunan nilai belanja mereka digantikan oleh kenaikan jumlah orangnya.

 

(Pertumbuhan kedatangan turis dari China)

Berapa orang yang ke  Indonesia?

Di Indonesia, selain Bali, Manado dan Labuan Bajo mulai menikmati devisa dari turis China.

1. Manado

Berita Kompas 29 April 2017: 

Penerbangan langsung dari 8 kota di China sudah menaikkan jumlah turis  sebesar 83%, dari 25.421 orang menjadi 43.053 orang, atau naik sejumlah 17.625 orang, dari Januari 2016 sampai November 2016.

Pertumbuhan besar tersebut didorong oleh bertambahnya frekuensi penerbangan dari 8 buah kota di China ke Manado, yaitu menjadi 4 kali seminggu oleh Lion Air, Citilink dan Sriwijaya Air, dengan tingkat keterisian penumpang minimal 80%.

Berita VIVA.co.id 20/07/2016:

Sulawesi Utara (Sulut) terus didatangi banyak turis asal Tiongkok sejak dibukanya penerbangan langsung Manado-China, 4 Juli 2016. Tiga maskapai nasional, yakni Lion Air, Sriwijaya Air dan Citilink, secara bergantian mendaratkan pesawat mereka membawa banyak turis Tiongkok.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manado, Hendrik Warokka, mengatakan jumlah turis Tiongkok yang datang ke Manado dan daerah lain di Sulut dalam dua pekan terakhir saja sudah sebanyak 6.256 turis. Para turis itu tampaknya tertarik dengan paket wisata “murah meriah” di Manado.

“Mereka datang secara bergelombang sejak 4 Juli lalu hingga 20 Juli 2016. Turis-turis Tiongkok itu ikut paket tur empat hari lima malam, yang biayanya sangat murah sekitar Rp10 juta,” ujar Hendrik kepada VIVA.co.id di Manado, Rabu 20 Juli 2016.

Ia menyebutkan saat tiba di Manado, tour guide membawa ribuan turis itu ke sejumlah lokasi wisata di Manado, Tomohon, Minahasa dan Bitung. Pada hari pertama tiba di Manado, turis-turis Tiongkok itu mencari hotel dan beristirahat.

“Nah, hari kedua mereka menyusuri lokasi wisata di Manado seperti Klenteng Ban Hing Kiong, wisata religius Kampung Arab, gereja tertua GMIM Sentrum Manado, Patung Tuhan Yesus Memberkati dan Taman Nasional Bunaken. Malamnya setelah berkeliling lokasi wisata Manado, menikmati berbagai kuliner yang pedas-pedas,” ujar Hendrik.

Pada hari ketiga, para turis melanjutkan perjalanan ke Kota Bunga Tomohon ke industri rumah panggung Woloan, Danau Linow, agro wisata Rurukan, Bukit Doa Kelong. Dua hari berikutnya mereka menuju Minahasa Utara dan Bitung. Yakni tempat wisata kuburan kuno leluhur Minahasa, Waruga Sawangan.

Lalu ke Kaki Dian Airmadidi, selanjutnya melihat dari dekat satwa endemik Tarsius di Hutan Lindung Tangkoko, dan terakhir Pulau Lembeh yang memiliki sejumlah tempat wisata pantai dan Patung Tuhan Yesus Memberkati.

Tak lupa juga turis-turis itu disuguhkan musik tradisional kolintang, musik bambu dan tarian Maengket. “Dari kunjungan itu para turis sangat mengapresiasi lokasi-lokasi yang ada di daerah ini, terutama laut dan kulinernya,” ujar Hendrik.

2. Labuan Bajo

Promosi Labuan Bajo oleh oleh Kemenpar

Sembilan jurnalis Tiongkok yang mengikuti Familiarization Trip Jakarta-Labuan Bajo, yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) 7-12 Juni 2016 juga merasakan pengalaman yang sama. Kesembilan jurnalis yang terlibat dalam kegiatan itu mengaku kagum pada keindahan alam Labuan Bajo dan keberadaan binatang purba komodo.

Para jurnalis yang ikut dalam program Kemenpar itu berasal dari beberapa media Tiongkok seperti Jiangsu Satellite TV, Zhejiang Satellite TV, CBN, Wuhan Satellite TV, Hunan Satellite TV, Guangzhou TV Station, National Business Daily, China Business Journal dan Zheijang Sport Newspaper.

Di Labuan Bajo, kesembilan jurnalis diajak berwisata cruise dengan kapal Phinisi Sea Safari VII. Mereka sangat antusias menyaksikan secara langsung komodo yang merupakan satu-satunya hewan prasejarah yang masih hidup hingga kini.

Tak sampai di situ saja, seluruh peserta juga diajak mengunjungi Pulau Padar, Pulau Lasa serta Pink Beach untuk melakukan sejumlah kegiatan air seperti diving dan snorkeling.

3. Tour de Flores 2016

Menteri Pariwisata, Arief Yahya berharap Tour de Flores 2016 bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun lokal di Labuan Bajo sebesar 500 ribu kunjungan hingga 2019.

"Di Labuan Bajo memang lebih banyak wisatawan mancanegaranya. Sehingga tahun 2019 yang 70 ribu kunjungan kita proyeksikan jadi 500 ribu kunjungan," kata Arif di Labuan Bajo, Komodo, Manggarai Barat, Senin (23/5/2016).

Mendongkrak pariwisata ini, kementeriannya bersama dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 8 Bupati berkomitmen menjadikan Flores sebagai destinasi uatama pariwisata nasional, yakni melalui program 3A, yang terdiri dari atraksi, akses, dan amenitas.

"Pertama atraksi harus level dunia. Kita punya banyak level dunia di sini paling terkenal adalah Pulau Komodo. Semua orang sudah tahu bahwa dia adalah diving sport terbaik di dunia," imbuhnya.

Kedua akses, dalam hal ini pihaknya menyerahkan kepada Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membuka akses jalan bagi para wisatawan agar bisa masuk ke Labuan Bajo dengan mudah.

"Kalau akses dari Larantuka ke Labuan Bajo sudah bagus, sudah bisa untuk balapan sepeda. Untuk bandara sudah diperpanjang dari 2.250 meter menjadi 2.350 meter. Sekarang Pak Jonan (Menhub) menunggu tanah untuk perpanjangan bandara 2500 meter, maka nanti akan bisa jadi internasional airport," jelas Arif.

Ketiga perkembangan amenitas, seperti hotel dan wisata kuliner. Untuk tahap ini sudah banyak pihak yang mulai berminat untuk investasi di Labuan Bajo.

"Kami menargetkan 2019 harus selesai 3 program ini, karena kita menargetkan di tahun itu targetnya 500ribu kunjungan," pungkasnya.

Diringkas dari: https://www.merdeka.com/uang/menpar-targetkan-500-kunjungan-turis-ke-labuan-bajo-di-2019.html

4. Target Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

"Media punya kekuatan yang sangat dahsyat. Dan khusus tahun 2016 untuk pertama kalinya kami targetkan wisman China di posisi nomor satu,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, Rabu (15/6/2016).

Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu yang juga turut mendampingi jurnalis China di Labuan Bajo mengatakan tahun ini Kemenpar menargetkan kunjungan 2,1 juta wisatawan China.

 "China di sini maksudnya Greater China yaitu China, Taiwan, dan Hongkong. Rinciannya, target kunjungan wisatawan asal China 1,7 juta orang, Taiwan 275.000 orang, dan Hongkong 125.000 orang," kata Vinsensius Jemadu. (*)

Catatan penulis:

Kalau target di atas tercapai, Indonesia akan mendapatkan devisa sekitar USD 4 milliar (sekitar Rp 54 triliun).

Di China ada sekitar 30 buah kota besar yang penduduknya menikmati penghasilan antara Rp 150 juta dan Rp 270 juta per tahun/kepala.

Daftar 30 Kota terbesar di China berdasarkan Jumlah Penduduk per sensus 2010

Rank

City name

Population 2010

1

Shanghai

24,500,000

2

Beijing

21,500,000

3

Guangzhou

20,800,654

4

Chongqing

18,384,000

5

Chengdu

17,677,122

6

Tianjin

15,500,000

7

Shenzhen

12,357,938

8

Harbin

12,000,000

9

Wuhan

10,670,000

10

Suzhou

10,349,090

11

Hangzhou

9,018,000

12

Xi'an

8,627,500

13

Shenyang

8,255,921

14

Dongguan

8,220,937

15

Nanjing

8,216,000

16

Hong Kong

7,234,800

17

Foshan

7,197,394

18

Jinan

7,067,900

19

Wenzhou

6,642,592

20

Qingdao

6,188,100

21

Quanzhou

6,107,475

22

Shantou

5,346,708

23

Changsha

5,288,800

24

Zhengzhou

4,253,627

25

Dalian

4,087,733

26

Kunming

3,583,429

27

Wuxi

3,542,319

28

Xiamen

3,531,347

29

Changchun

3,530,115

30

Ningbo

3,491,597

(Sumber: http://countrydigest.org/largest-cities-china/)

5. Turis dari China naik 20% per tahun

Jumlah wisatawan mancanegara pada Mei 2016 mencapai 915,2 ribu orang, yang merupakan angka kunjungan per bulan tertinggi sepanjang sejarah.

 Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jumlah wisatawan yang naik signifikan pada Mei 2016 mayoritas berasal dari Cina. "Wisatawan Cina secara konsisten naik dengan pertumbuhan rata-rata 20 persen," katanya di Jakarta, Jumat, 1 Juli 2016.

 Tercatat wisatawan pada Mei 2016 naik 7,37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan jumlah wisatawan Cina yang berkunjung ke Bali sudah mengalahkan jumlah wisatawan Australia yang selama ini mendominasi wisatawan ke Bali. 

 "Sekarang jumlah wisatawan Australia yang melakukan perjalanan ke luar negeri (outbound) terbesar adalah ke Indonesia, sebelumnya selalu ke New Zealand," katanya.

 Arief menyambut baik kinerja pariwisata Indonesia yang semakin positif. "Ya, senang, karena performa pariwisata terus membaik, dengan demikian diharapkan mulai Juli sudah bisa tembus angka satu jutaan," katanya.

 Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan 12 juta orang sampai tutup tahun ini.

(Sumber: TEMPO.CO, 01 JULI 2016)

6. Kerjasama Kemenpar dengan Baidu untuk naikkan turis dari China menjadi 10 juta orang/tahun

Demi mencapai target 10 juta wisatawan China untuk berkunjung ke Indonesia hingga 2019, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng perusahaan teknologi asal Tiongkok, Baidu, Inc untuk mempromosikan pariwisata Tanah Air.

Menteri Pariwisata, Arif Yahya menyebutkan kerja sama dengan Baidu menjadi penting, sebab China menduduki peringkat teratas dari sisi jumlah wisatawan dan maupun belanja yang dilakukan selama kunjungan ke luar negeri.

Namun, sayangnya, Arif mengatakan, jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia masih sangat rendah. Pada 2015 menunjukkan, jumlah wisatawan China ke Indonesia sekitar 1,1 juta orang, sementara jumlah wisatawan China yang ke luar negeri mencapai lebih dari 100 juta orang.

"Kami memutuskan untuk menggandeng Baidu, perusahaan teknologi terkemuka berbasis di Tiongkok, sebagai mitra Kementerian Pariwisata dalam meningkatkan penyebaran informasi dan edukasi tentang keindahan Indonesia di Tiongkok, mengingat posisi kepemimpinannya serta besarnya jumlah pengguna Baidu di Tiongkok," ujar Arif saat pemaparannya di acara penandatangan MoU antara Kemenpar dan Baidu di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis 25 Februari 2016.

Kemenpar kerja sama dengan Baidu, Inc., China

Managing Director Baidu Indonesia, Bao Jianlei mengatakan, jumlah pengguna mesin pencarian Baidu di Tiongkok sekitar 600 juta pengguna. Bao menambahkan, salah satu platformBaidu, yaitu Baidu Travel, menjadi mesin pencari referensi utama bagi wisatawan Tiongkok.

"Wisatawan Tiongkok menjadikan Baidu Travel sebagai referensi utama di onlinedalam berwisata ke luar negeri," ucap Bao.

Melalui kemitraan dengan Kemenpar, Bao mengatakan, Baidu akan membuat serangkaian lokakayra yang bertujuan untuk mengedukasi para penyedia informasi dunia pariwisata Indonesia secara online.Seperti biro perjalanan, pengelola destinasi wisata dan penyedia layanan penginapan atau perhotelan.

Selanjutnya, Baidu akan mencari informasi wisata yang menarik atau yang paling diminati oleh wisatawan China. Kemudian, gaya penyampaian terhadap mereka akan dilakukan semenarik mungkin.

Menurut Bao, gaya penyajian yang menarik menjadi salah satu kunci penting untuk memikat hati wisatawan China berkunjung ke Indonesia.

"Untuk itu, penting pula bagi kami berbagi informasi seputar apa yang diharapkan oleh wisatawan Tiongkok dalam kunjungannya ke luar negeri," kata Bao.

Setelah kerja sama ini, Kemenpar menargetkan penambahan wisatawan Tiongkok ke Indonesia menjadi 2,1 juta wisatawan. Kemenpar menargetkan tiga tempat wisata Indonesia yang paling diutamakan yaitu Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau.

Sumber: VIVA.co.id 25 Februari 2016

7. Jumlah Turis China akan menjadi 220 juta orang pada tahun 2025

Gold Man Sachs Group secara konservatif memperkirakan bahwa per tahun 2015 jumlah orang China yang beriwisata ke LN akan mencapai 220 juta orang dan menghabiskan sekitar USD 450 miliar (Rp 5.500 triliun).

(Sumber: The Chinese Tourist Boom, Goldman Sachs Group, November 2015)

Semoga target Kemenpar akan tercapai.

Comment on this article

Pantai di Aceh Selatan

 

 

 Panen padi di Bengkulu

 

 

 

 

 

 

 

 

Back to top

 

Peluang Usaha

 

Translators Training

About us

 

 

 

 

Copyright (c) @ 2019 www.lijusu.com All rights reserved.

Design by Company Webmaster